Pantangan Makanan Infeksi Ginjal dari Nefrolog (Dokter Spesialis)

Penderita infeksi ginjal biasanya menjaga makanan mereka dengan tidak makan pantangan makanan infeksi ginjal.Bakteri yang masuk ke tubuh dari kulit yang ada di sekitar uretra akan berpindah menuju kandung kemih sebelum akhirnya menyebabkan infeksi ginjal.

Pasien atau penderita yang sudah terkena infeksi ginjal sebaiknya melakukan pembatasan jenis makanan agar infeksi tidak berkembang ke masalah yang lebih serius.

6 Pantangan makanan infeksi ginjal

  1. Daging

Ada banyak macam daging yang biasa kita konsumsi seperti daging ayam atau daging sapi tapi karena kandungan protein hewaninya yang sangat tinggi, kedua jenis daging tersebut bukanlah makanan yang tepat untuk dikonsumsi oleh penderita infeksi ginjal. Penderita infeksi ginjal dianjurkan untuk mengonsumsi daging ikan yang memiliki kandungan omega3.

pantangan makanan infeksi ginjal (jus untuk infeksi ginjal, obat infeksi ginjal di apotik)

  1. Makanan yang kaya fosfor

Penderita penyakit ginjal wajib membatasi konsumsi makanan yang kaya fosfor, karena ginjal sendiri berperan untuk mengatur kadar fosfor dalam darah untuk mengeluarkan fosfor berlebih.

Bagi penderita infeksi ginjal, ginjal tidak akan bekerja dengan baik untuk mengatur atau mengelola kadar fosfor sehingga mengakibatkan kadar fosfor berlebihan di dalam darah. Sedangkan fosfor berlebih bisa memicu penyakit jantung dan penyakit tulang. Beberapa makanan yang tinggi fosfor yaitu:

  • Susu dan produk olahan susu
  • Gandum
  • Biskuit, muffin, pancake
  • Susu kacang kedelai
  • Sosis atau kornet
  • Minuman bersoda
  • Cokelat
  1. Pasien Infeksi Ginja Hindara Makanan yang kaya kalium

Kalium harus dalam kadar mencukupi di dalam tubuh, tidak boleh berlebihan atau kurang. Bagi penderita infeksi ginjal, mengonsumsi makanan yang kaya kalium akan mempengaruhi debaran jantung. Berikut beberapa makanan kaya kalium di antaranya adalah:

  • Kacang-kacangan
  • Olahan susu
  • Alpukat
  • Jeruk
  • Bayam
  • Tomat
  • Pisang
  • Labu
  • Ubi
  1. Makanan yang kaya Natrium

Membatasi konsumsi makanan dengan kadar Natrium tinggi akan membantu menjaga tekanan darah tetap normal serta membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik sehingga tidak kekurangan cairan. Maka dari itu, sudah jadi kewajiban penderita infeksi ginjal untuk menjauhi makanan kaya Natrium.

Jika terbiasa makan makanan kemasan, maka harus ingat untuk melihat label kemasannya lebih dahulu. Perhatikan berapa besar kadar Natriumnya, upayakan untuk memilih camilan dengan kadar Natrium yang tidak lebih dari 100 mg/sajian.

  1. Gula

Penderita infeksi ginjal hendaknya mengurangi minuman manis seperti minuman bersoda dan makanan manis seperti kue, permen atau cokelat. Makanan dan minuman manis hanya akan menimbulkan rasa haus yang sesungguhnya perlu dihindari bagi penderita infeksi ginjal.

  1. Batasi cairan

Penderita infeksi ginjal harus rutin konsultasi pada dokter maupun ahli gizi untuk mengetahui besarnya kebutuhan cairan tubuh. Kebutuhan cairan penderita infeksi ginjal berbeda-beda bergantung pada kondisi infeksi ginjalnya. Tidak hanya memperhatikan cairan pada minuman, penderita infeksi ginjal juga harus memperhatikan kadar cairan pada makanan terutama yang terdapat pada sayur bayam dan sayur sup.

Jus dan obat apotek yang baik untuk penderita infeksi ginjal

Penderita ginjal memang tidak boleh mengonsumsi beberapa buah-buahan dan minuman kemasan. Sebaiknya justru ganti dengan meminum jus untuk infeksi ginjal seperti jus buah yang dibuat dari buah bit, beri, nanas dan jus wortel.


📌 Rekomendasi Artikel
➥ Efek Samping Cream Rose di Wajah

➥ Manfaat Masker Spirulina untuk Wajah

Sedangkan untuk mengurangi rasa sakit akibat infeksi ginjal, penderita bisa mengonsumsi obat infeksi ginjal di apotek seperti cephalexin, ciprofloxacin, amoxicillin. Dan untuk obat pereda nyeri seperti, paracetamol, aspirin, ibuprofen.

Baca juga:
Pantangan Makanan Ibu Menyusui Bayi Baru Lahir

Demikian pantangan makanan infeksi ginjalyang perlu diperhatikan terutama bagi penderita infeksi ginjal atau mereka yang bersiko besar mengalami gangguan kesehatan ginjal, termasuk infeksi ginjal atau gagal ginjal.