DAFTAR ISI HAMILPLUS.COM [820+ Artikel]

ASI Diganti Dengan Susu Formula, Kapan ?

Ketika ASI diganti dengan susu formula, itu sudah menjadi hal yang wajar di era modern. ASI adalah asupan nutrisi terbaik untuk bayi. Akan tetapi, adakalanya dimana terjadi kondisi ibu yang serba sibuk terutama mereka para wanita karir. Sehingga mereka tidak selalu memberi ASI secara penuh pada bayinya. Inilah kondisi seorang ibu yang harus merelakan anaknya hanya diberi susu formula sebagai pengganti atau pendamping ASI.

Pertimbangan Dimana Saatnya ASI diganti dengan susu formula

Ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan ketika ASI diganti dengan susu formula. Pertama adalah kandungan nutrisi dalam susu formula. Bahan dasar susu formula semunya memang sama yaitu susu sapi, namun seperti namanya yaitu “formula” jenis formula masing-masing merk pasti berbeda-beda. Maka simaklah keterangan kandungan gizi dan nutrisi. Keterangan ini pasti tercantum pada setiap kemasannya. Inilah factor pembeda antara satu produk dengan produk yang lainnya.  Yang tak kalah pentingnya untuk pertimbangan adalah soal harga dan juga ketersediaannya di pasaran.

Harga susu formula terkenal mahal. Untuk kondisi ekonomi yang sedang kurang menguntungkan, menyiasati pemilihan harga barang-barang konsumsi termasuk susu formula adalah wajib untuk penghematan. Selain bicara terkait dengan kualias, tentu akan lebih baik untuk memilih susu formula yang harganya terjangkau dan juga mudah untuk diperoleh.ASI Diganti Dengan Susu Formula

ASI Diganti Dengan Susu FormulaASI Diganti Dengan Susu Formula

Perhatikanlah kondisi beserta kebutuhan bayi Anda. Jika bayi Anda adalah bayi yang alergi susu sapi, maka pilihlah susu dengan formula khusus. Bacalah uraian berikut untuk lebih mengenal ragam susu formula di pasaran.

Susu formula bahan dasar susu sapi. Ini adalah susu formula yang paling umum dipasaran. Susu sapi adalah pilihan yang tepat untuk semua bayi yang tidak mempunyai riwayat terhadap alergi. Salah satu alergi dari susu sapi yang paling lumrah adalah terkena diare. Untuk bayi diatas 6 bulanan, susu formula terbaik adalah susu yang sudah mendapat fortifikasi zat besi. Pada usia 4 s.d. 6 bulanan, zat besi dalam tubuh bayi berkurang. Ini adalah waktu dimana bayi sedang sangat membutuhkan asupan tambahan dari luar.

Terkait dengan konstipasi akibat dari fortifikasi zat besi, Anda bisa berkonsultasi pada dokter terdekat. Contoh berikutnya adalah susu hipoalergenik. Apabila sebuah keluarga mempunyai riwayat akan alergi biasanya akan mengalami hal yang serupa termasuk alergi pada susu sapi. Dalam kondisi demikian, susu formula hipoalergenik adalah jawaban yang tepat. Hidrolisat adalah susu sapi dengan kandungan protein terhidrolisis sehingga mudah diolah dalam pencernaan bayi.

Pencegahan terhadap alergi pada susu sapi bisa dilakukan lewat 3 cara. Pertama adalah pencegahan premier yang bisa dilakukan sebelum alergi akan susu sapi. Dengan kata lain Anda perlu mengawali pemberian susu dengan ASI, baru diikuti dengan susu formula. Susu ini terbilang paling aman untuk bayi.

Kedua adalah pencegahan sekunder. Ini berlaku untuk bayi yang telah terpapar oleh protein susu sapi akan tetapi belum pernah alergi. Maka sebaiknya kembali untuk diberikan air ASI maupun diganti dengan susu hipoalergenik. Perkenalkan susu sapi pada balita agar ia toleran terhadap berbagai susu formula. Pencegahan berikutnya adalah pencegahan tersier. Jika alergi sudah terlanjur terjadi bayi haruslah ASI diganti dengan susu formula dimana protein susunya sudah terhidrolisis secara sempurna dan mudah dicerna bayi.