Efek Samping Allopurinol Agar Terhindar dari Risiko Berbahaya

Allopurinol merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri pada sendi atau asam urat. Jenis obat ini tidak dapat dikonsumsi dengan dosis sembarangan karena dapat membahayakan tubuh dan bisa merusak tubuh. Meskipun harga allopurinol cukup murah, Anda tetap harus hati-hati karena obat ini tergolong ke dalam obat keras.

Efek samping Allopurinol dapat terjadi dalam beberapa waktu setelah dikonsumsi. Pada dasarnya, kondisi tubuh setiap orang tentu berbeda-beda, hal ini akan mempengaruhi reaksi tubuh setelah mengkonsumsi Allopurinol.

Karena obat ini tergolong kedalam obat keras untuk itu diperlukan resep dan anjuran dari dokter untuk mengkonsumsinya agar terhindar dari risiko terkena efek samping yang membahayakan kesehatan tubuh.

4 Efek Samping Allopurinol yang Bisa Membahayakan Tubuh

Allopurinol dapat digunakan oleh orang dewasa ataupun anak-anak, contohnya untuk keperluan kemoterapi. Untuk dosis penggunaan pada anak-anak harus disesuaikan dengan usia anak.

✔️  Efek Samping Sambiloto bagi Kesehatan Jika di Minum Setiap Hari

Contohnya Allopurinol 300mg dapat dikonsumsi untuk anak-anak dengan usia antara 6 sampai 10 tahun. Jika takaran yang digunakan tidak sesuai dengan anjuran, beberapa efek samping serius dapat terjadi. Berikut penjelasannya:

efek samping allopurinol 300mg

  1. Mengantuk, dan sakit kepala

Efek samping paling ringan yang bisa disebabkan oleh obat ini adalah menyebabkan rasa kantuk dan sakit kepala. Apabila Anda sering mengalami rasa kantuk setelah mengkonsumsi Allopurinol, sebaiknya konsumsilah saat menjelang waktu istirahat.

Jangan sesekali melakukan aktivitas seperti berkendara sendirian, ataupun mengoperasikan mesin setelah mengkonsumsi obat ini. Efek samping yang menyebabkan rasa kantuk memang tidak perlu terlalu dikhawatirkan, namun jika yang terasa adalah sering sakit kepala, Anda perlu mewaspadainya.

  1. Muntah-muntah dan diare

Muntah-muntah dan diare bisa terjadi setelah mengkonsumsi Allopurinol. Efek samping ini dapat terjadi karena ada ketidakcocokan kandungan obat dengan tubuh. Jika kondisi ini terjadi dalam beberapa hari, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan diperiksa penyebabnya.

✔️  Efek Samping Rifampisin, Obat Antibiotik/Infeksi yg Banyak Dicari

Selain memperhatikan dosis pemakaian untuk orang dewasa, Anda juga perlu waspada terhadap dosis Allopurinol yang digunakan untuk pengobatan anak-anak. Efek samping yang terjadi pada anak-anak juga cukup beresiko jika tidak digunakan dengan hati-hati.

efek samping allopurinol 100mg

  1. Timbul berbagai reaksi alegri pada tubuh

Batas wajar yang biasa digunakan untuk anak-anak ataupun orang dewasa adalah Allopurinol 100 mg hingga 600mg. Untuk mengurangi efek samping yang mungkin terjadi, penggunaan lebih dari 200mg biasanya dilakukan dengan dosis terbagi, dan tidak melebihi 600mg dalam waktu 24 jam.

Jika kondisi tubuh Anda cocok dengan penggunaan dosis ini maka tidak akan terjadi efek samping yang serius. Namun jika tubuh Anda memiliki alergi terhadap obat ini, kondisi yang mungkin terjadi adalah timbul alergi tubuh seperti gatal-gatal, kulit menjadi kemerahan, kesulitan bernapas, terjadi pembengkakan pada lidah, bibir, dan tenggorokan.

  1. Sistem pencernaan terganggu

Efek samping lain yang dapat terjadi adalah mengalami gangguan pada bagian pencernaan. Beberapa diantaranya adalah rasa nyeri pada perut bagian atas, nafsu makan menjadi turun drastis, berat badan yang semakin menurun, perubahan warna pada feses, warna urine menjadi lebih gelap, terjadi pendarahan saat buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya bahkan tidak sama sekali.

✔️  Efek Samping Manjakani untuk Rahim, Apa Benar Bisa jadi Kering ?

Risiko efek samping yang terjadi dapat meningkat jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu. Contohnya pada orang yang memiliki penyakit ginjal, jika hendak mengkonsumsi Allopurinol perlu berhati-hati karena bisa lebih membahayakan tubuh.

Demikian beberapa efek samping Allopurinol yang wajib dikenali sebelum dikonsumsi. Dengan lebih berhati-hati terhadap obat, tentunya dapat mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.