Pantangan Makanan Cuci Darah Bagi Pasien Gagal Ginjal

Bila ada makanan yang baik untuk cuci darah, maka pastinya juga ada pantangan makanan cuci darah. Cuci darah biasanya dilakukan oleh mereka yang menderita gagal ginjal sebab organ ini tak bisa melakukan fungsi utamanya yaitu mencuci darah di dalam tubuh.

Itulah sebabnya darah penderita gagal ginjal harus dicuci dengan bantuan alat khusus. Tentunya sebelum dan sesudah cuci darah ada beberapa pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi karena berhubungan dengan kesehatan pasien.

Inilah daftar pantangan makanan cuci darah

  1. Air putih

Air putih atau air mineral memang biasanya sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak mungkin, bahkan sampai 2 liter per hari. Tapi untuk penderita gagal ginjal dan pasien cuci darah, air putih dianjurkan tidak dikonsumsi lebih dari 500 ml.

Hal ini karena ginjal bisa terbeban jika terlalu banyak mengonsumsi air, namun Anda tetap harus memastikan tubuh tercukupi cairan. Perlu dicatat bahwa 500 ml tersebut adalah jumlah total cairan dari minuman dan makanan dan masih disesuaikan dengan jumlah urine tiap hari.

pantangan makanan cuci darah

  1. Buah beri

Mengonsumsi jenis buah beri seperti stroberi, blueberry dan blackberry memang bagus untuk tubuh. Tapi untuk pasien cuci darah disarankan untuk tidak memakannya terlalu banyak.

Buah beri sendiri memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu tubuh membersihkan darah asalkan tetap dalam jumlah yang dibatasi. Ini termasuk buah untuk cuci darah yang baik.

  1. Makanan tinggi kalium

Kandungan kalium di dalam tubuh berpengaruh terhadap cara kerja jantung khususnya saat cuci darah terjadi karena pada saat itu kadar kalium bisa naik sehingga berdampak pada organ jantung.

Jika mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung kalium tinggi, maka bisa membahayakan kesehatan jantung dan berdampak fatal sehingga Anda harus menghindarinya.

Contohnya makanan tinggi kalium yaitu kacang-kacangan, gula merah dan sirup maple, buah tertentu (pisang, melon, jeruk), kelapa dan olahannya serta sayuran (labu, tomat, bayam dan sawi).

  1. Makanan bernatrium tinggi

Natrium juga merupakan salah satu kandungan yang harus dihindari bagi penderita gagal ginjal. Ketika kadar natrium terlalu tinggi maka dapat menyebabkan sel tubuh menyerap semakin banyak cairan. Saat itupun tekanan darah bisa naik sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan ginjal.

Itulah sebabnya pasien gagal ginjal sering dianjurkan untuk tak mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Makanan kemasan juga salah satu yang harus dihindari karena biasanya mengandung garam tinggi.


📌 Rekomendasi Artikel
➥ Efek Samping Cream Rose di Wajah

➥ Manfaat Masker Spirulina untuk Wajah

pantangan makanan cuci darah

  1. Makanan dengan fosfor tinggi

Saat fungsi ginjal menurun, maka kadar fosfor di dalam darah otomatis akan meningkat. Kalsium pun akan segera keluar dari tulang sehingga membuat kesehatan tulang jadi terganggu.

Lalu kalsium fosfatase di dalam darah bisa menimbulkan gejala-gejala seperti gatal-gatal serta nyeri pada permukaan kulit. Itulah sebabnya makanan dengan kandungan fosfor tinggi sebaiknya dihindari. Contoh makanan seperti ini yaitu: susu dan olahannya, makanan laut, makanan kalengan, jeroan, kacang-kacangan, oat dan sereal.

Berapa besar biaya cuci darah di rumah sakit?

Mungkin Anda sendiri bertanya-tanya berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk sekali proses cuci darah. Biayanya sendiri tergantung dari masing-masing rumah sakit, namun rata-rata biaya di rumah sakit swasta di Indonesia dapat dimulai dari sekitar Rp 800 ribu sampai lebih dari Rp 1,5 juta per cuci darah. Biaya tersebut umumnya belum termasuk pemeriksaan pemasangan akses mencuci darah.

Baca Juga:
Pantangan Makanan Cedera Otot yang Memperlambat Proses Pemulihan

Itulah beberapa informasi mengenai pantangan makanan cuci darah dan besar perkiraan biaya yang perlu dikeluarkan saat hendak melaksanakan cuci darah. Semoga bermanfaat.