Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
hamilplus.com

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan, Beda Tipis!

Perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan masih sangat rancu bagi sebagian kalangan masyarakat. Seserahan merupakan salah satu hal yang membutuhkan persiapan khusus menjelang pernikahan. Selama ini kebanyakan masyarakat masih menganggap seserahan pada saat lamaran dengan pernikahan merupakan dua hal yang sama.


seserahan lamaran, hantaran lamaran, perbedaan lamaran dan seserahan, seserahan saat lamaran atau akad, isi lqmaran waktu nikah, kapan hantaran pernikahan di bawa

Tapi ternyata keduanya memiliki perbedaan makna dan filosofi. Seserahan dan pernikahan memang sama-sama merupakan kewajiban pihak pengantin pria terhadap pengantin wanita.

Inilah perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan

Seserahan merupakan sebuah simbol bahwa pengantin pria telah siap untuk bertanggung jawab lahir batin terhadap pengantin wanita. Seserahan biasanya dibawa oleh pihak pengantin laki-laki pada saat lamaran atau menjelang akad nikah. Seserahan lamaran untuk wanita lebih diartikan sebagai hadiah untuk sang istri yang menandakan betapa suami menghargai dan menghormati kedudukan wanita tersebut sebagai seorang istri.

Seserahan diberikan bersamaan dengan mahar dan mas kawin, namun kembali lagi sesuai dengan adat dan tradisi lingkungan setempat. Konon katanya, semakin banyak seserahan yang diberikan oleh mempelai pria, menandakan semakin berharganya pula wanita tersebut di mata sang suami.

Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan

Hampir sama dengan seserahan, hantaran merupakan oleh-oleh atau buah tangan yang diberikan oleh pihak pengantin pria kepada pengantin wanita pada saat hari pernikahan tiba. Hantaran sering juga disebut sebagai “pengetuk pintu” saat pihak pengantin pria mengunjungi pengantin wanita dan keluarganya saat pernikahan. Nanti, pada saat pihak pengantin wanita berkunjung ke pengantin pria dan keluarganya juga akan membawa hantaran sebagai buah tangan atau pengetuk pintu.

baca :  Undangan Pernikahan Unik dan Bermanfaat serta Inspiratif

Jadi, hantaran dalam pernikahan diberikan oleh kedua belah pihak dimana masing-masing saling memberi dan menerima atau tukar menukar hantaran. Namun, jika seserahan, hanyalah diberikan oleh pihak pengantin pria saja sebagai wujud kesiapan dan tanggung jawab.

Hantaran biasanya berupa berbagai macam makanan dan sembako yang dikemas secara menarik. Makanan yang biasanya dibawa adalah makanan basah seperti jenang, kue lapis, dodol, dan masih banyak lagi.

seserahan lamaran adat jawa

Waktu yang tepat untuk seserahan

Seserahan merupakan sebuah tradisi adat yang wajib untuk dilakukan pada hampir semua adat di Indonesia. Namun jika berbicara masalah waktu, masing-masing adat memiliki tata cara seserahan tersendiri. Misalnya saja pada adat Jawa, seserahan diberikan saat lamaran atau akad merupakan waktu yang paling tepat.

Kebanyakan lamaran dilakukan di malam sebelum akad. Sama halnya dengan adat Sunda yang proses seserahannya diberikan pada malam sebelum akad atau bahkan pada hari pernikahan saat ritual ngeyeuk seureuh. Namun saat ini waktu seserahan sangatlah fleksibel.

Pengemasan barang-barang untuk seserahan maupun hantaran hampirlah sama. Biasanya, pengemasan dilakukan pada masing-masing item yang berbeda dengan hiasan bebagai macam aksesoris. Banyak yang bertanya apa saja yang dibawa saat lamaran jika hendak diberikan saat lamaran atau sewaktu akad nikah, isi atau item yang diberikan sebagai seserahan umumnya sama. Berbagai jenis barang yang umumnya diberikan untuk seserahan adalah berupa kebutuhan pengantin wanita.

baca :  Akad Nikah, Filosofi dan Makna Mendalam yang Ada di Baliknya

Kebutuhan pengantin wanita yang dikemas dalam seserahan tersebut antara lain perangkat pakaian lengkap dari ujung kepala hingga ujung kaki, perlengkapan mandi, perlengkapan make up, berbagai perhiasan, perlengkapan perawatan tubuh hingga aksesoris berupa tas, sepatu, sandal, dompet, buah-buahan, kue pengantin hingga berbagai makanan tradisional seperti kue-kue basah yang beraneka macam jenisnya.

Makanan yang diberikan sebagai seserahan haruslah dibuat dari bahan dasar yang lengket. Hal ini memiliki filosofi dengan tujuan yang sangat baik yakni supaya mempelai pria dan wanita beserta keluarganya dapat menjalin tali persaudaraan yang kuat dan lengket.

Arti Makna dan Filosofi Seserahan / Hantaran

Tak hanya item seserahan makanan tradisional saja yang memiliki makna di balik pemberiannya, tapi hampir seluruh item atau barang-barang yang diberikan memiliki makna yang sangat mulia.

Melalui penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seserahan dan hantaran saat pernikahan merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan dapat dilihat dari tujuan dan berbagai barang yang diberikan.