Pantangan Makanan Fistula Ani dan Perawatan Pasca Operasi

Agar kondisi fistula ani tidak semakin buruk, penderita tidak dianjurkan untuk melanggar pantangan makanan fistula ani. Fistula ani merupakan kondisi ketika terjalinnya hubungan di antara area kulit dengan saluran pembuangan kotoran/feses.

Kondisi ini umumnya disebabkan karena peradangan yang terjadi di sekitar anus yang selanjutnya akan membentuk bisul atau abses yang bisa pecah kapan saja. Ketika seseorang mengalami fistula ani, umumnya kotoran akan keluar dari lubang pecahan bisul.

pantangan makanan fistula ani (fistula ani adalah, biaya operasi fistula ani, cara BAB setelah operasi, obat fistula ani di apotik)

7 Pantangan makanan fistula ani

Pasien fistula ani sebaiknya terus diingatkan untuk melakukan pantangan makanan berikut karena bisa mempengaruhi kondisi perut serta kondisi penyakitnya:

  1. Makanan berlemak

Makanan olahan atau makanan utuh dengan kadar lemak tinggi umumnya sulit dicerna tubuh dengan baik. Selain bisa meningkatkan kadar kolesterol, makanan tinggi lemak juga tidak baik untuk penderita fistula ani karena bisa meningkatkan kadar asam serta menyebabkan peregangan di area rektum.

Alangkah baiknya bila penderita fistula ani bisa menghindari makanan laut, daging merah, produk susu, gorengan, makanan bersantan.

  1. Makanan pedas

Makanan selanjutnya yang wajib dihindari penderita fistula ani adalah makanan pedas. Karena makanan pedas dapat merangsang perut serta merusak dinding rectum yang tengah mengalami peradangan abses.

Bagi penderita fistula ani, makanan ini hanya akan mengakibatkan rasa sakit dan panas. Sebaiknya hindari konsumsi rujak, saus sambal, cengkeh, merica, cuka serta lada hitam.

  1. Makanan dengan kandungan gluten

Fistula ani adalah jenis penyakit tidak umum yang hanya bisa diobati ketika penderita melakukan operasi atau mengonsumsi obat di apotek.

Untuk mengurangi risiko komplikasi dari penyakit ini, penderita dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan dari gluten karena gluten termasuk produk makanan yang sulit dicerna. Jenis makanan kaya gluten di antaranya adalah mie, roti, pasta, biscuit, kue dan sereal.

  1. Pasien Fistula Ani Pantang Konsumsi Makanan bersifat diuretik

Makanan ini mampu merangsang ginjal untuk meningkatkan jumlah urine yang akan dibuang dengan kata lain, ketika mengonsumsi wortel, kubis, selada, jahe, buah cranberry atau asparagus, cairan tubuh akan terkuras dengan lebih cepat.

  1. Makanan manis

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita fistula ani karena akan membuat pencernaan bekerja 2x lipat lebih berat untuk mencerna makanan.


📌 Rekomendasi Artikel
➥ Efek Samping Cream Rose di Wajah

➥ Manfaat Masker Spirulina untuk Wajah
  1. Makanan yang Dikeringkan

Ada banyak jenis makanan yang dikeringkan seperti pisang sale, aprikot, kismis, kurma dan kiwi. Keseluruhan jenis buah tersebut memiliki kandungan gula lebih banyak daripada buah-buahan segar pada umumnya.

  1. Kafein dan Alkohol

Hilangkan kebiasaan sarapan dengan secangkir kopi atau teh pasca memiliki penyakit fistula ani karena kandungan kafein di dalamnya bisa menghambat proses penyerapan cairan. Tubuh baiknya hanya menerima air putih sebagai sumber mineral.

Penyembuhan dan perawatan pasca operasi fistula ani

Penderita fistula ani yang sudah tidak tahan dapat melaksanakan penyembuhan secara operasi. Mengenai biaya operasi fistula ani sendiri tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp. 2 hingga 2,5 juta saja tergantung rumah sakit dan area tempat Anda operasi.

Biasanya setelah operasi pun, kadang dokter masih dianjurkan untuk mengonsumsi obat fistula ani di apotek seperti obat antibiotik dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter.

Sebelum atau sesudah buang air besar sebaiknya pasien fistula ani yang telah melakukan pembedahan dianjurkan untuk merendam pantat menggunakan cairan antiseptik maupun sitz bath. Cara BAB setelah operasi ini akan membantu mempercepat penyembuhan luka.

Baca juga:
Pantangan Makanan Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Seluruh informasi tentang fistula ani, termasuk pantangan makanan fistula anidan bagaimana proses perawatan pasca pembedahan semoga bisa membantu menambah wawasan.