Pantangan Makanan D-dimer Tinggi agar Darah Tidak Membeku/Kental

Pantangan makanan D-dimer tinggi sebaiknya dilakukan bagi mereka yang menderita sindrom darah kental. D-dimer sendiri merupakan uji sampel darah yang fungsinya untuk mendiagnosa apakah seseorang memiliki kecenderungan darahnya membeku melebihi ukuran normal.

Tentunya kondisi ini dapat mengganggu sirkulasi darah dalam tubuh sehingga pasokan oksigen ke berbagai sel tubuh juga jadi terhambat. Hal ini bisa memicu berbagai macam penyakit ringan hingga kronis.

pantangan makanan d dimer tinggi

Inilah daftar pantangan makanan D-dimer tinggi

Penyakit ini umumnya dialami karena penderita kekurangan gizi sehingga penting untuk tahu makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi penderita darah beku atau darah kental seperti:

  1. Minuman beralkohol

Memang minuman beralkohol sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh apalagi jika Anda menderita D-dimer tinggi. Alkohol ini bisa menyebabkan tubuh jadi dehidrasi karena kandungan di dalamnya menyerap cairan tubuh.

Kekurangan cairan tubuh dapat mengentalkan darah karena air merupakan cairan pengencer alami. Jadi, jangan mengonsumsi alkohol.

  1. Makanan berkadar gula tinggi

Makanan yang mengandung gula yang tinggi dapat menyebabkan berat badan yang berlebih alias obesitas. Ketika tubuh mengalami obesitas, maka hal tersebut bisa menghambat aliran darah atau menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Hal ini jelas akan mengganggu kondisi penderita D-dimer jadi sebaiknya dihindari.

  1. Makanan berkolesterol dan berlemak tinggi

Kalau Anda memiliki kadar kolesterol LDL/ jahat yang cukup tinggi di dalam tubuh maka sebaiknya Anda juga perlu menghindari konsumsi makanan ini. Kolesterol merupakan salah satu penyebab pengentalan darah sehingga jangan mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Selain itu, makanan berkolesterol biasanya juga kandungan lemaknya sangat banyak. Lemak bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Selain ketiga makanan pantangan makanan bagi penderita D-dimer tinggi, makanan lain yang sebaiknya juga dibatasi/ dihindari, yaitu:

  • Makanan mengandung gula rafinasi
  • Makanan berfermentasi
  • Minuman berkarbonasi
  • Makanan beragi (pasta, kerupuk dan roti)
  • Makanan dengan MSG
  • Makanan cepat saji/ instant serta junk food

Makanan yang dianjurkan untuk penderita D-dimer

Setelah Anda mengetahui apa saja pantangan makanan penderita D-dimer, maka penting juga untuk mencatat makanan yang dianjurkan seperti:

  • Jus buah untuk pengencer darah seperti buah kiwi, anggur merah/ ungu, nanas, tomat, mangga serta buah-buahan yang mengandung vitamin E dan K lainnya.
  • Makanan yang mengandung omega-3 tinggi seperti alpukat, ikan salmon dan kenari.
  • Cuka apel.
  • Minyak kelapa murni yang mengandung anti-mikroba.
  • Makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks contohnya seperti roti gandum dan beras merah.
  • Jamur kuning, kacang-kacangan dan bawang putih.

Pengobatan darah kental tidak cukup hanya dengan ditangani lewat mengubah pola atau asupan makanan. Namun Anda juga perlu mengubah gaya hidup misalnya berhenti merokok. Lalu Anda juga bisa pergi untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter.

D-dimer tinggi pada masa kehamilan

D-dimer sendiri bisa terjadi pada ibu yang sedang hamil dan umumnya pada kehamilan, D-dimer biasanya meningkat. Hal ini karena adanya pengaruh dari perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan.

Akan tetapi, ibu hamil tetap harus memastikan bahwa tingkat D-dimer masih dalam batasan yang dapat diterima. Jika kelebihan maka harus segera diatasi karena bisa memicu masalah pada kehamilan nanti.

Baca juga:
Pantangan Makanan Setelah Operasi Caesar agar Luka Jahitan Bagus

Bagi mereka yang menderita D-dimer tinggi apalagi ibu hamil, maka sangat disarankan mengonsumsi banyak cairah. Cairan digunakan untuk menipiskan darah secara alami sehingga mencegah darah menggumpal.

Itulah tadi beberapa informasi tentang pantangan makanan D-dimer tinggi serta hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar tidak membuat D-dimer semakin meningkat dan bertambah parah.