Pantangan Makanan Bagi Ibu Menyusui agar Bayi dapat ASI Maksimal

Pantangan makanan bagi ibu menyusui sebaiknya dicatat dan memang perlu dihindari demi kesehatan ibu dan janin. ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan alami yang penting untuk kesehatan bayi karena di dalamnya tergantung nutrisi dan kandungan antibodi.

Banyak ibu sendiri yang sering menanyakan apakah ada pantangan makanan yang sebaiknya tidak dimakan demi menjaga kesehatan bayi. Berikut ini pembahasannya.

Daftar pantangan makanan bagi ibu menyusui

Mitos ibu menyusui seringkali membuat ibu jadi khawatir, misalnya saja apakah makanan yang dikonsumsi sang ibu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI. Hal ini menyebabkan sebagian besar ibu menghindari berbagai macam makanan, namun faktanya tubuh ibu telah didesain sedemikian rupa supaya kelenjar susu dan pembuluh darah mampu menyaring nutrisi penting yang dibutuhkan.

pantangan makanan bagi ibu menyusui

Kalau makanan yang dimakan sudah pasti memiliki gizi seimbang, tentu tak jadi masalah bahwa si kecil akan mendapatkan nutrisi yang baik. Meski begitu, memang ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena berpengaruh buruk bagi kesehatan ibu dan sang buah hati, misalnya:

  1. Makanan mengandung gula tinggi

Mengonsumsi gula tinggi apalagi gula buatan sangatlah tidak baik untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah ibu yang sedang menyusui.

✔️  Pantangan Makanan Cedera Otot yang Memperlambat Proses Pemulihan

Khususnya apabila ibu menderita diabetes waktu hamil karena gula ini bisa menyebabkan kualitas ASI jadi buruk. Selain itu, bayi juga akan mengalami kelebihan gula sehingga dapat memunculkan keluhan kesehatan bagi si bayi.

  1. Makanan mengandung garam tinggi

Tidak hanya gula, namun makanan yang mengandung garam tinggi juga sebaiknya dihindari. Garam bersifat panas dan bisa memblokir serta mengikat nutrisi di dalam tubuh. Akibatnya si bayi pun jadi tidak bisa mendapatkan nutrisi secara sempurna.

  1. Minuman Berkafein

Untuk para ibu yang hobi mengonsumsi kafein baik dari minuman seperti kopi maupun ngemil coklat, maka lebih baik mulai kurangi. Konsumsi kafein dalam jumlah banyak bisa menyebabkan rasa cemas berlebihan dan bisa berpengaruh pada si kecil menjadi susah tidur. Selain itu, konsumsi kafein berlebih dapat menurunkan zat besi di dalam ASI serta mengurangi kadar hemoglobin.

  1. Buah-buahan yang asam

Buah untuk ibu menyusui sebaiknya dipilih yang tidak terlalu asam. Sebut saja buah jeruk yang mengandung asam tinggi dapat membuat perut bayi menjadi kurang nyaman.

✔️  Pantangan Makanan Anak 1 Tahun yang Perlu Ibu Ketahui dan Pahami

Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga tak mampu menahan rasa asam yang ada. Kalau terlalu banyak memakan buah asam, bisa beresiko si kecil rewel, ruam di popok dan sering meludah. Contoh buah yang aman misalnya buah pepaya serta sayuran hijau.

  1. Jenis Sayuran Brokoli, Kubis dsb

Sayuran memang sangatlah baik untuk kesehatan tubuh. Namun terdapat beberapa pantangan sayuran seperti bawang bombay, brokoli, kubis, bunga kol dan mentimun.

Pasalnya sayuran tersebut dapat membuat bayi jadi sering buang angin. Sayuran-sayuran ini banyak mengandung gas dan bisa digantikan dengan jenis sayuran lain seperti selada, bayam, dan kangkung.

  1. Makanan pedas dan bersantan

Contoh makanan pedas berbahan jinten, cabai, paprika merah dan bumbu kari bisa menyebabkan perut bayi terasa kembung. Beberapa sistem pencernaan bayi yang belum sempurna dan masih lemah kurang dapat menerima kandungan rempah tersebut sehingga dapat memicu kembung dan diare.

✔️  Pantangan Makanan Batu Empedu agar Proses Recovery Lebih Mudah

Baca Juga :
Manfaat Folamil Genio bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Sementara itu makanan bersantan juga jadi pantangan makanan bagi ibu menyusui. Pasalnya makanan bersantan juga dapat membuat perut terasa kembung dan bayi gumoh atau terus menerus rewel dan menangis. Hal ini karena kandungan pada makanan bersantan bisa membuat perut bayi jadi tidak nyaman. Santan bersifat tajam dan dapat mengiritasi lambung, khususnya bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan.