Pantangan Makanan Anak Autis / Autisme dan Berkebutuhan Khusus

Pantangan makanan anak autissangat penting untuk diperhatikan karena salah makan bisa memperparah kondisinya. Autisme adalah suatu gangguan perkembangan otak dan mereka yang menderita penyakit ini biasanya akan susah berkomunikasi atau berinteraksi. Demi mengurangi gejala autism maka salah satunya lewat pola makan.

Dalam banyak kasus, biasanya anak yang menderita autisme sangat sensitive atau alergi terhadap beberapa jenis makanan yang mengandung protein tertentu disebut kasein atau gluten. Kenapa? Karena tubuh mereka memproses 2 jenis protein tersebut lewat cara yang berbeda dari kebanyakan anak pada umumnya.

Daftar pantangan makanan anak autis

  1. Makanan yang mengandung susu dan tepung

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak autisme tak boleh mengonsumsi makanan mengandung kasein (protein pada susu) dan gluten (protein pada tepung dan gandum). Kandungan tersebut dapat meningkatkan resiko pada jaringan saraf mereka.

pantangan makanan anak autis

Makanan-makanan yang kemungkinan besar mengandung protein tersebut antara lain seperti kue, roti, biskuit, susu dan produk olahannya. Selain itu, susu dan soya kedelai juga perlu dihindari.

✔️  Pantangan Makanan Setelah Operasi Caesar agar Luka Jahitan Bagus

Namun apabila ibu ingin memberikan susu kepada anak yang menderita autisme, maka jenis susu untuk anak autis yang masih aman yaitu susu kambing/ kambing etawa dan susu beras merah.

  1. Makanan dengan sumber fenol tinggi

Makanan dengan kadar fenol tinggi bisa berpengaruh terhadap sistem saraf anak autis. Fenol merupakan zat kimia yang biasanya dapat ditemukan pada sayuran dan buah seperti anggur, tomat, ceri dan jeruk. Selain itu makanan yang mengandung zat perasa dan pengawet makanan juga harus dihindari.

  1. Makanan mengandung garam dapur

Garam dapur atau garam biasa rupanya juga tidak boleh sembarangan diberikan. Untuk anak yang memiliki autisme sebaiknya hanya boleh mengonsumsi makanan dengan jenis garam khusus seperti garam laut (sea salt) yang lebih sehat dibandingkan garam dapur biasa. Pasalnya garam dapur biasanya sudah ada tambahan zat kimia lain yang dapat membahayakan kesehatan.

  1. Makanan cepat saji/ junk food

Semua makanan cepat saji seperti junk food khususnya sangat dilarang untuk anak penderita autisme. Kandungan yang ada pada junk food dapat memicu gejala ADHD dan kandungan sodium di dalamnya juga bisa membahayakan kesehatan mereka.

  1. Es krim dan keju

Es krim dan keju mengandung protein kasein yang tidak boleh diberikan pada anak penderita autis. Konsumsi kasein berlebihan dapat membuat anak autis susah melakukan komunikasi atau beraktivitas dengan orang lain. Kalau Anda tetap ingin memberikan es krim atau keju pada anak, maka sebaiknya lakukan tes dengan memberikan sedikit dulu. Kalau kondisi anak tidak ada gejala aneh maka tidak apa-apa dan sebaliknya.

  1. Ikan mengandung merkuri

Anak penyandang autis tak boleh makan ikan dengan kandungan merkuri tinggi. Beberapa ikan dengan tingkat merkuri tinggi seperti ikan tuna sirip, ikan makarel, ikan todak dan ikan hiu. Hal ini karena kandungan merkuri di dalamnya dapat memicu gejala ADHD serta dapat menurunkan fokus pada penderita autis. Berikan ikan atau makanan laut dengan kadar merkuri rendah seperti udang, ikan salmon dan lobster.

✔️  Pantangan Makanan Endometriosis dan Penanganan Medis yang Tepat

Baca Juga:
Pantangan Makanan Anak 1 Tahun yang Perlu Ibu Ketahui

Cara mendidik anak autis di rumah tentunya dengan tidak terlalu mengikuti kemauan anak. Apalagi soal memberikan makanan sehat. Anda harus belajar sabar dan berusaha memberikan konsumsi makanan terbaik meskipun anak rewel soal makan. Semoga dengan daftar pantangan makanan anak autis di atas, Anda juga bisa mendapatkan gambaran mengenai jenis-jenis makanan apa saja yang dilarang dan diperbolehkan.