Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
hamilplus.com

5 Tips Desain Grafis untuk Marketer Tanpa Skill Mendesain

Para marketer biasanya kreatif, tapi belum tentu bisa diminta untuk menuangkannya dalam bentuk keahlian desain grafis. Sayangnya, kebanyakan marketer perlu untuk menyertakan desain grafisnya untuk berbagai macam promo atau campaign produknya.


Ketika para marketer jagoan para campaign besar, membuat slogan, dan ide, tetap saja bagian desain akan diberikan pada desainer. Dan ketika kita tidak bisa meminta orang untuk membuat desain, ada beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan skill desain kita dalam waktu yang singkat.

Yang paling penting untuk diketahui adalah skill desain dasar yang seharunya sudah kita miliki sebagai marketer. Sehingga, ketika bos meminta kita untuk membuat contoh desain di kala libur dan tidak ada desainer yang bisa dimintai tolong, kita bisa membuatnya dengan baik, sebelum meminta bantuan seorang desainer profesional di hari kerja nanti.

Untungnya, untuk mengetahui beberapa skill desain ini, kita tidak perlu mengambil jurusan desain atau khusus mengikuti kursus desain. Dengan beberapa tips berikut, kita akan bisa menjadi seorang desainer dalam waktu yang singkat.

Desain Grafis untuk Marketer

  1. Kuasai Paling Tidak Satu Perangkat Desain

Inilah tips paling jelas dan paling penting: perangkat desan dan teknologi adalah teman kita. Bahkan, seorang desainer terbaik di dunia pun akan mengatakan hal yang sama. Bagaimana tidak, untuk menghasilkan desain yang baik, maka kita pun perlu perangkat yang baik pula.

πŸ“‹ Recommended  Pilihan Tinggal di Jawa Timur: Surabaya atau Malang? Ini Pertimbangannya!

Kita bisa menggunakan pesangkat desain berbasis web yang gratis seperti Canva.

Tidak hanya gratis, Canva juga mudah untuk digunakan untuk pemula. Ada teknologi drag-and-drop sehingga menjadikan pengguna bisa dengan mudah membuat desain.

Di dalamnya pun terdapat banyak template untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari banner dan header media sosial, CV, presentasi, poster, hingga kartu nama. Ada juga pilihan gambar, beragam font, dan juga jutaan foto yang bisa digunakan untuk desain.

  1. Ingat “Less Is More”

Bagi mereka yang memang tidak memiliki banyak jam terbang desain, biasanya mereka ingin memasukkan berbagai elemen yang baru mereka kuasai. Padahal, desain adalah soal menahan diri agar karya tidak terlalu penuh. Ingat selalu kalimat “less is more” sehingga kita tidak terlalu banyak memasukkan elemen. Hal ini membantu mengurangi banyak elemen yang sebenarnya tidak perlu ada.

Pastikan untuk selalu membiarkan berbagai elemen bernapas. Berikan ruang yang cukup untuk tiap elemennya. Selain itu, gunakan lata belakang yang sederhana, biasanya menggunakan latar belakang dengan satu warna dominan. Terakhir, nikmati membuat simetri, karena dengan begitu elemen desain akan menjadi seimbang dan enak dilihat.

  1. Maksimalkan Tipografi

Tipografi atau pemilihan font juga penting. Karena apakah pesan dalam desain bisa dimengerti dengan jelas atau tidak adalah dengan memaksimalkan penggunaan tipografi yang tepat. Gunakan font yang bisa dengan mudah dibaca. Tidak hanya itu, gunakan juga font yang sesuai dengan tema desain yang ada. Terakhir, perhatikan kepadatan juga ukuran dari font. Sehingga tulisan dan informasi dari desain bisa dibaca dengan jelas.

  1. Pelajari Tentang Kontras

Kontras bukan berarti hanya terang dan gelap. Selain elemen tersebut, kontras juga berarti besar dan kecil, tegas dan lembut, spasi dan padat. Dan kontras merupakan bagian penting dari desain. Untuk itu kita perlu menggunakan prinsip ini. Contohnya menggunakan font yang besar untuk judul desain, dan menggunakan ukuran yang lebih kecil untuk informasi detailnya. Atau menggunakan warna terang untuk latar belakang dan menggunakan warna gelap untuk tipografi, sehingga mudah dibaca.

  1. Teori Warna

Pelajari tentang teori warna. Warna sendiri memiliki beberapa sifat yang memiliki konotasi umum bagi para pembaca. Misalnya, warna merah memberikan emosi yang lain bagi pembaca dari warna biru. Nah, teori inilah yang perlu dipelajari sehingga pesan dari desain akan bisa lebih diterima oleh mereka yang melihatnya.

πŸ“‹ Recommended  Peluang Usaha Laundry Kiloan, Modal Kecil Menguntungkan

 

✰ advertisement ✰