Cara Mengajar Anak PAUD agar Tidak Bosan & Kelas yang Interaktif

Tips Belajar dan Cara Mengajar Anak Paud Agar Tidak Bosan – Kegiatan belajar merupakan sebuah aktivitas yang terus dilakukan manusia, nyaris di sepanjang hidupnya. Pada setiap tahapan usia menggunakan bentuk dan cara yang berbeda.

Setiap orang pasti akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Apalagi untuk anak  usia 2 – 6 tahun, atau kerap disebut sebagai usia dini (Paud). Pada usia ini anak harus merasa senang dalam proses belajar. Jadi pastikan anak benar-benar merasa nyaman.

Ada beberapa cara mengajar anak PAUD agar tidak bosan. Hal ini tentu sangat perlu agar anak merasa nyaman. Berikut ini cara dan tipsnya.

Cara Mengajar Anak PAUD Agar Tidak Bosan

Ciptakan Suasana Yang Kondusif

Anak akan merasa nyaman dengan suasana yang tidak kaku dan riang. Suasana itu juga dapat menumbuhkan semangat belajar anak. Kenyamanan serta keceriaan dapat memunculkan emosi positif dan perasaan gembira, serta membuat otak lebih mudah menyerap semua informasi yang diberikan. Dengan begitu anak jadi lebih siap menerima pelajaran.

Menciptakan suasana yang kondusif bisa dengan membuat keadaan tertib dan tenang. Misalnya menghalau anak yang lain agar tidak berisik, menutup pintu agar suara dari luar tidak terdengar, atau dengan mengeluarkan suara yang lantang agar semua anak juga ikut semangat.

Sesuaikan Kegiatan Belajar Dengan Kondisi Perkembangan Anak

Anak PAUD memiliki karakteristik yang unik. Mereka mempunyai rasa ingin tahu yang kuat namun daya perhatiannya pendek. Mereka juga senang bereksplorasi, berjiwa petualang, tapi juga masih mudah frustrasi dan kurang pertimbangan dalam bertindak.

Cara mengajar anak PAUD agar tidak bosan bisa dengan mengajak anak belajar hal-hal sederhana yang tidak membutuhkan perhatian terlalu lama. Sebisa mungkin anak harus terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar yang menyenangkan.

Sebagai pengajar Anda bisa manfaatkan rasa ingin tahunya untuk mengeksplorasi sesuatu, misalnya belajar mengenal benda-benda di sekitarnya. Anda harus biarkan daya imajinasi anak membantu mencerna pelajaran yang diberikan, karena pada usia ini umumnya anak-anak kaya akan fantasi. Anda bisa mengenalkan anak pada lingkungan sekitar sekolah atau memperlihatkan gambar benda-benda alam pada anak.

Menggunakan Otak Kanan Dan Otak Kiri Secara Seimbang

Cara agar anak PAUD tidak bosan bisa dengan menerapakan sebuah teori pendidikan terbaru. Teori ini menyatakan bahwa otak akan bekerja secara lebih optimal ketika otak kanan dan otak kiri dipergunakan secara bersamaan.

Biasanya otak kanan biasa digunakan untuk berpikir, mengelola data terkait perasaan, emosi, dan seni. Sementara otak kiri fungsinya lebih pada mengolah data seputar sains, hitungan, dan segala yang berkaitan dengan logika.

Disini Anda harus memberi kegiatan belajar yang tidak hanya melibatkan otak kiri karena akan membosankan hingga membuat anak jenuh dan mengantuk.


📌 Rekomendasi Artikel
➥ Efek Samping Cream Rose di Wajah

➥ Manfaat Masker Spirulina untuk Wajah

Jika melulu otak kanan, mungkin anak akan senang karena banyak bernyanyi tapi ilmu yang masuk hanya sedikit. Jadi sebaiknya memang mengombinasikan keduanya, otak kanan dan kiri, untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Cara Mengajar Anak PAUD Agar Tidak Bosan

Mengenali Kecenderungan Belajar Anak

Degan mengenali kecenderungan kecerdasan anak maka Anda bisa melakukan cara mengajar anak PAUD agar tidak bosan dan efektif untuknya. Apabila seorang anak mudah beradaptasi, pandai bergaul, disenangi teman-temannya, suka permainan kelompok, maka dia cenderung memiliki kecerdasan interpersonal.

Begitupun sebaliknya. Jika anak lebih suka bekerja sendiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, maka kecenderungan kecerdasannya ialah kecerdasan intrapersonal. Jadi pada dasarnya tidak setiap anak bisa dipaksakan dengan cara belajar yang seragam.

Cara mengajar anak PAUD agar tidak bosan juga dipengaruhi dengan keunikan karakteristik pada anak-anak usia dini. Hal ini membuat orang tua perlu pandai-pandai menyiasati agar belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Jadi tidak hanya para pengajar, orang tua juga berperan penting bagi proses belajar anak.