Virus Roseola Infantum Pada Bayi, Apa Penyebab & Dampaknya?

Salah satu virus yang dapat membahayakan bayi adalah virus roseola infantum pada bayi. Virus ini lebih banyak menyerang bayi karena bayi memiliki sistem imun yang masih rentan terhadap penyakit. Seperti apa virus roseola ini?

Tentang Virus Roseola Infantum Pada Bayi

Virus roseola infatum pada bayi adalah virus yang paling banyak menyerang bayi dan anak-anak. Gejala yang ditimbulkan dari virus ini adalah ruam merah pada kulit dan demam. Anak bayi berusia 6 bulan berpeluang besar terserang virus ini sehingga Bunda harus lebih berhati-hati lagi. Virus ini akan muncul setelah masuk ke dalam tubuh selama 1-2 minggu dan gejala pertama yang terlihat adalah demam yang cukup tinggi, nyeri pada tenggorokan, batuk, pilek, dan anak tidak memiliki nafsu makan.virus roseola infantum pada bayi

Gejala lain yang biasa ditimbulkan dari virus roseola adalah terjadinya pembengkakan pada bagian leher, pembengkakan pada daerah kelopak mata, dan mengalami diare ringan. Hal ini akan berlangsung hingga 3-4 hari, setelah itu demam akan mulai turun tetapi pada kulit akan timbul ruam yang terasa gatal. Ruam-ruam pada kulit akan hilang dengan sendirinya setelah 2 hari. Jika ruam pada kulit tidak kunjung hilang dan demam si kecil tetap tinggi maka segera periksakan ke dokter untuk mendapat pertolongan dan perawatan yang lebih baik lagi.

Penyebab Virus Roseola

Apa penyebab virus roseola infatum pada bayi? Penyebab munculnya virus roseola adalah virus HHV-6 atau herpes dengan tipe 6. Virus ini dapat menular dan menyebar langsung melalui udara dan alat-alat makan yang digunakan secara bersama. Ketika penderita roseola batuk atau bersin maka virus akan menyebar dan jika terhirup maka orang lain berpeluang besar terjangkit virus roseola. Jika Bunda harus lebih berhati-hati dan menjaga kebersihan si kecil.

Salah satu penyebab tertularnya virus roseola pada bayi adalah kebersihan yang belum maksimal. Bunda harus terus meningkatkan kebersihan si kecil dan menjauhkan si kecil dari penderita roseola.virus roseola infantum pada bayi

Pengobatan Pada Pasien Penderita Roseola

Bagaimana cara mengobati virus roseola infatum pada bayi? Penderita roseola akan berangsur-angsur sembuh dalam waktu satu minggu sehingga Bunda cukup merawat si kecil di rumah saja. Jika dalam waktu seminggu demam anak tetap tinggi dan ruam pada kulit tidak kunjung hilang maka segera periksakan si kecil ke dokter anak untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

Jika si kecil mengalami demam maka segera istirahatkan si kecil pada tempat tidur yang nyaman dan aman hingga kondisinya sehat. Pastikan kamar tidur dalam keadaan sejuk dan hindari untuk menggunakan selimut yang tebal.

Pengobatan selanjutnya yaitu memberi minum lebih banyak untuk mempercepat turunnya demam dan mencegah terjadinya dehidrasi. Sebaiknya jangan menggunakan obat-obatan berbahan kimia, kecuali jika dalam keadaan yang mendesak.

Pencegahan Virus Roseola

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat mencegah masuknya virus roseola dalam tubuh. Jadi Bunda harus menjauhkan si kecil dari penderita roseola karena virus ini mudah menyebar melalui udara sekitarnya.

Jika si kecil positif terserang virus roseola maka sebaiknya Bunda meliburkan si kecil dari aktivitas sekolah sehingga tak bertemu dengan orang lain, karena penyebaran virus ini sangat mudah. Hal penting untuk mencegah penyebaran virus roseola adalah dengan menjaga kebersihan si kecil mulai dari pakaian, makanan, hingga kotak makan yang mereka bawa.

Demikian informasi seputar virus roseola infantum pada bayi beserta pencegahannya yang harus bunda perhatikan untuk mengetahui penyebab ruam pada kulit bayi.