Daftar isi [720+ Artikel]

Perut Kencang Saat Hamil, Apa Dampaknya ?

Perut kencang saat hamil pastinya dialami oleh hampir semua wanita hamil. Keadaan ini disebabkan oleh ruang pada perut yang terisi oleh benda asing yang biasa dikenal dengan bayi.

Perut akan semakin besar dan terasa kencang jika ukuran bayi semakin besar. Ibu hamil akan merasakan sesak saat ukuran perut yang membesar. Perut kencang dialami kapan saja, bisa saat hamil muda atau hamil tua.

Keadaan seperti ini akan dialami oleh semua ibu hamil. Anda akan menemukan ibu hamil yang sulit bernapas saat keadaan perut yang semakin membesar. Ibu hamil juga sering mengeluh merasakan sakit pada perut mereka jika perut tersebut mengencang.

Baca: Keputihan pada Ibu Hamil (Penyebab, Gejala, Obat)

Rasa sakit juga akan semakin bertambah jika bayi pada perut bergerak secara aktif. Rasa ini terasa sakit jika bayi berputar secara tidak terkontrol. Selain itu, ada efek lain yang akan terjadi pada ibu yang mengalami perut kencang.

Efek lain yang timbul akibat perut kencang saat hamil

Rasa kencang pada perut saat hamil dinilai umum terjadi pada wanita hamil. Dalam keadaan tersebut, ibu hamil akan mengeluhkan beberapa rasa sakit yang terjadi pada bagian tubuh, terutama bagian perut,pinggan dan ulang belakang. Rasa yang biasa mereka rasakan saat perut kencang saat hamil adalah rasa begah pada perut mereka. Mereka merasa sesak dan sulit bernapas karena adanya benda asing di dalam tubuh mereka.Perut Kencang Saat Hamil

Perut Kencang Saat Hamil

Cara dan Contoh Gerakan Senam Hamil

Perut Kencang Saat Hamil

Rasa begah dan sesak napas akan semakin menjadi saat ukuran bayi di dalam perut semakin membesar. Dalam keadaan seperti ini, ibu hamil akan memilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitas agar rasa sesak dan begah berkurang. Cara satu ini dinilai sangat efektif dalam menghilangkan rasa-rasa aneh tersebut.

Efek lain yang akan timbul saat perut kencang saat hamil adalah rasa kurang nyaman pada anggota tubuh. Ibu yang sedang hamil akan rentan merasakan rasa sakit pada seluruh anggota tubuh mereka. Wanita yang hamil memang dikenal memiliki hormon yang dapat memudahkan mereka merasa sensitif pada hal-hal yang menurut orang lain sepele.

Baca: Pantangan Ibu Hamil (Makanan, Minuman, Pamali/Adat Istiadat)

Tidak hanya perut yang merasakan sakit, kepala dan kaki juga merasakan sakit yang sama. Ibu hamil akan merasakan pusing dan sakit kepala karena memikirkan rasa sakit yang berkepanjangan pada perut mereka. Dan sakit pada kaki akan timbul karena kaki mereka yang membengkak.

Semakin besar ukuran perut, ukuran kaki juga akan membesar. Namun, tidak semua ibu hamil akan merasakan kaki yang membesar. Hanya sebagian ibu hamil yang mengalami kaki yang membesar.

Baca: Cara Memutihkan Kulit Janin Sejak Dalam Kandungan.

Jika perut kencang pada saat hamil terjadi, otot pada bagian perut akan mengencang dan terlihat kuat. Berbeda lagi jika perut mereka merenggang. Perut mereka akan merenggang jika mereka tidak dalam keadaan hamil lagi. Pada bagian perut akan ditemukan garis-garis halus yang berwarna hitam akibat perut yang mengencang saat hamil.

Salah satu yang penting diperhatikan adalah kapan merasakan perut kencang saat hamil. Perut kencang pada kehamilan muda tergolong normal karena pertumbuhan rahim mendorong otot perut sehingga terasa kencang. Salah satu tandanya adalah rasa sakit di bawah pusar sampai ke lipat paha (round ligament pain).

Baca: Berat Janin Yang Normal sesuai Usia Kehamilan

Pada usia kehamilan yang lebih tua, perut kencang juga bisa disebabkan oleh pergerakan bayi dalam perut. Selain itu, adanya gas berlebih dalam perut atau perut kembung juga bisa menjadi penyebab perut kencang.

Di antara penyebab-penyebab di atas, kontraksi merupakan penyebab paling umum terjadi dan harus diwaspadai karena kontraksi seharusnya terjadi saat akan melahirkan. Kontraksi ada 2 macam, kontraksi asli (persalinan) dan kontraksi palsu (Braxton Hicks).

Berapa lama kontraksi terasa? Kontraksi palsu terjadi sekitar kurang dari 30-120 detik. Kontraksi mungkin bisa berhenti ketika bumil berjalan atau beristirahat, atau mungkin berhenti ketika ibu hamil mengubah posisi. Sementara, kontraksi asli berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik. Kontraksi ini dapat terus terjadi meski bergerak atau mencoba untuk istirahat.

Seberapa sering terjadi? Kontraksi palsu tidak memiliki interval waktu yang teratur. Kontraksi ini bisa terjadi dari waktu ke waktu. Sementara kontraksi asli memiliki interval yang reguler, dan jarak munculnya kontraksi semakin dekat atau semakin sering.