Daftar Isi HamilPlus.Com (760+ Artikel)

Anemia Pada Ibu Hamil, Apa Solusinya ?

Anemia pada ibu hamil adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan oleh kebanyakan wanita hamil. Adalah hal yang wajar ketika Anda sedang hamil akan mengalami anemia atau kekurangan darah. Sebenarnya banyak penyebab atau faktor mengapa ibu hamil sangat rentan terhadap penyakit anemia. Mulai dari pola makan hingga jarak kehamilan antara anak juga ternyata dapat menyebabkan terjadinya anemia.

Anemia ini bukanlah penyakit yang bisa diabaikan begitu saja terlebih bagi ibu hamil dimana ia harus dapat mencukupi segala kebutuhan nutrisi bagi dirinya dan juga sang calon anak. Sebenarnya jika sang ibu rutin melakukan pemeriksaan antenatal resiko anemia pada wanita hamil dapat diminimalisir. Menurut para ahli ada beberapa penyebab anemia pada ibu hamil.

Faktor Anemia Pada Ibu Hamil

         Kekurangan Zat Besi

Kekurangan Zat besi merupakan faktor utama terjadinya anemia pada ibu hamil. Pada wanita hamil atau ibu hamil akan terjadi peningkatan jumlah plasma dibandingkan dengan jumlah hemoglobin. Pada trimester pertama atau pada awal kehamilan kadar hemoglobin dengan simpanan zat besi normal 11 g/dL.

Ukuran ini merupakan ukuran normal untuk kadar hemoglobin untuk wanita hamil. Sehingga dapat dikatakan wanita tersebut mengalami anemia ketika hanya memiliki kadar hemoglobin dibawah 11 g/dL pada trimester pertama dan trimester ketiga.

Sedangkan pada trimester kedua akan dikatakan mengalami anemia dengan kadar hemoglobin dibawah 10.5 g/dL. Selain itu kasus kehilangan darah juga ditemukan pada beberapa wanita sebagai penyebab terjadinya anemia.anemia pada ibu hamil source medindia net

anemia pada ibu hamil source guns-pictures drippic com

         Keseimbangan Asupan Gizi

Selain kekurangan zat besi asupan gizi yang tidak seimbang juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya anemia. Tidak sedikit para ibu yang tidak memperhatikan asupan gizi dengan pola makan yang sembrono.

Agar dapat dikatakan memiliki asupan gizi yang seimbang, ibu hamil harus minimal mengkonsumsi satu jenis makanan dari setiap jenis gizi pokok yaitu karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak. Sehingga bagi Anda ibu hamil cobalah untuk mengonsumsi makanan lengkap setiap saat agar asupan gizi terpenuhi dan dapat menekan resiko terjadinya anemia.

Selain itu pastikan tidak mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan akan zat besi seperti teh, kopi, dan kalsium yang berlebihan.

         Umur

Faktor utama anemia pada ibu hamil pada trimester 3 adalah kekurangan zat besi dikarenakan si bayi hanya menyimpan cadangan zat besi untuk dirinya sendiri. namun tahukah Anda jika ternyata umur juga menjadi faktor penyebab terjadinya anemia.

Umur yang terlalu muda ketika hamil dapat menjadikan sang ibu mengalami anemia karena alat reproduksi belum berkembang secara sempurna. Umur yang sesuai dan tepat untuk wanita mulai hamil adalah antara umur 20 hingga 35. Ketika seorang wanita hamil dibawah usia 20 atau diatas 35 resiko anemia akan semakin tinggi. Untuk wanita usia diatas 35 tahun daya tahan tubuh yang mulai melemah menjadi faktor utamanya.

         Jarak Kehamilan

Para ahli juga menyebutkan jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat pula menjadi faktor penyebab anemia. Pemulihan akan kebutuhan zat besi yang belum maksimal pada kehamilan sebelumnya menjadikan sang ibu akan mengalami anemia pada kehamilan setelahnya. Selain itu tubuh sang ibu bisa jadi juga belum pulih secara keseluruhan yang akan menyebabkan resiko anemia juga semakin tinggi.

         Paritas

Paritas adalah skala atau jumlah dari semua anak yang pernah dilahirkan oleh seorang wanita baik dalam keadaan hidup ataupun telah meninggal. Beberapa studi menyebutkan bahwa Anemia pada ibu hamil dapat pula disebabkan oleh paritas.

Seorang wanita yang sering melahirkan atau memiliki jumlah paritas tinggi memiliki resiko anemia lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita dengan jumlah paritas lebih rendah. Hal ini dikarenakan ketika kebutuhan akan zat gizi sang ibu belum mencapai tahap optimal harus mulai kebutuhan zat gizi dengan janinnya.