Daftar isi [720+ Artikel]

Jenis Imunisasi yang Diperlukan Ibu Hamil

Jenis imunisasi yang dianjurkan ibu hamil tidak hanya satu. Mengingat pada saat hamil, daya tahan tubuh ibu menurun, sehingga sangat membutuhkan asupan nutrisi dan vaksin yang lebih memadai. Jika mengandalkan nutrisi setiap hari tidak memungkinkan dapat mematikan virus di dalam tubuh. Untuk mematikan virus ataupun bakteri-bakteri lain yang masuk ke dalam tubuh, maka ibu hamil memerlukan beberapa suntik vaksin atau yang biasa disebut sebagai imunisasi.

Hal ini juga bukan untuk kesehatan ibu saja, tetapi juga kesehatan janin. Jika ibu sudah mendapatkan kesehatan yang baik, maka sang janin juga ikut terjaga kesehatannya.

Jenis-Jenis imunisasi yang diperlukan ibu hamil

Suntikan vaksin atau pemberian imunisasi kepada ibu bertujuan untuk menambah kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi parasit, bakteri, atau virus penyakit lainnya yang akan masuk ke dalam tubuh, sehingga tubuh ibu hamil bisa melawan virus tersebut. Pemberian vaksin juga bukan dengan menggunakan vaksin dari virus hidup, tetapi dengan menggunakan vaksin dari virus mati mati. Menurut dokter kandungan, pemberian vaksin dengan virus hidup dikhawatirkan akan lebih membuat tubuh sang ibu justru tidak bisa menerima dan menyebabkan daya tahan tubuh semakin menurun.Jenis Imunisasi yang Diperlukan Ibu HamilJenis Imunisasi yang Diperlukan Ibu Hamil

 

Jenis imunisasi yang diperlukan ibu hamil diutamakan untuk menghindari penyakit-penyakit yang keras. Jenis-jenis imunisasinya, antara lain, Tetanus Toksoid (TT). Jenis imunisasi ini yang paling penting harus didapatkan oleh ibu hamil. Kita tidak tahu pada saat melahirkan apakah semua sudah higienis atau belum. Alat atau tempat yang tidak higienis dapat menimbulkan virus tetanus. Rahim ibu setelah melahirkan juga sangat rentan terkena virus tetanus.

Bukan hanya itu, bayi ketika lahir juga rentan terinfeksi tetanus melalui luka di tali pusarnya. Sehingga ibu hamil memerlukan imunisasi tetanus ini dalam waktu tiga bulan sekali. Lebih dianjurkan lagi, ibu sudah mendapatkan imunisasi ini menjelang pernikahan. Jika terlambat, bisa dilakukan ketika masa kehamilan selama dua kali, yaitu pada bulan pertama dan kedua kehamilan. Selanjutnya, ibu juga harus melakukan imunisasi kembali pada bulan ke 8 kehamilan. Proses imunisasi rutin ini nantinya juga bukan hanya diperuntukkan kepada ibu saja, tetapi bayi juga memerlukan berbagai imunisasi untuk menangkal virus-virus penyakit.

Untuk menghindari penyakit ringan seperti flu. Imunisasi influenza juga diperlukan untuk ibu hamil. Dengan melakukan imunisasi ini, bayi juga lebih tahan terhadap virus influenza yang cepat sekali menyerang. Imunisasi ini juga bukan hanya dapat menguntungkan bagi bayi, tetapi juga sang ibu.

Di Indonesia sering kali penyakit flu ini diremehkan, padahal penyakit ini bisa menyebabkan kematian untuk bayi yang terserang pada umur di bawah enam bulan. Ketika masih dalam masa kehamilan, jika sang Anda belum tahu tentang imunisasi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk lebih mengetahui apa saja jenis imunisasi yang diperlukan ibu hamil.