Imunisasi BCG untuk Mencegah TBC

Imunisasi BCG merupakan salah satu dari 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi. Imunisasi ini merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah serangan virus tubercell bacili (penyebab penyakit TBC).

Imunisasi BCG sangat penting untuk diberikan pada bayi. Virus TB merupakan sebuah virus yang memiliki ketahanan yang sangat luar biasa. Virus ini mampu bertahan dalam tubuh seseorang dan bersemunyi di dalam darah.

Jumlah dan Waktu Pemberian

Vaksin BCG hanya diberikan satu kali seumur hidup bayi. Imunisasi ini diberikan dengan jalan menyuntikkan vaksin BCG yang berisi kuman (yang telah dilemahkan) hidup ke dalam tubuh.

Imunisasi biasanya diberikan dalam rentan usia bayi baru lahir hingga bayi berusia kurang dari tiga bulan. Setelah lewat dari 3 bulan, imunisasi ini tetap dapat diberikan dengan syarat bayi harus melalui uji tuberkulin terlebih dahulu. Jika uji tuberkulin tidak positif, imunisasi dapat dilakukan.

imunisasi BCG 2

Lokasi Penyuntikan Imunisasi BCG

Imunisasi BCG diberikan dengan jalan injeksi ataupun penyuntikan. Lokasi tempat penyuntikan vaksin BCG sendiri biasanya ditetapkan di lengan bagian kanan atas. Penentuan posisi penyuntikan ini mengikuti anjuran yang diberikan oleh WHO. Meskipun begitu, pada beberapa kasus tertentu, penyuntikan vaksin BCG terkadang dilakukan di bagian paha sebelah kanan.

imunisasi BCG 2

Tanda Keberhasilan Imunisasi BCG

Jika imunisasi ini berhasil (sukses) dilaksanakan, akan timbul bisul kecil di bagian / lokasi tempat vaksin ini disuntikkan. Tanda berupa bisul ini biasanya akan muncul setelah 4 hingga 6 minggu setelah penyuntikan. Perlu Anda ketahui, bisul kecil bekas vaksin BCG biasanya tidak menimbulkan nyeri sama sekali dan juga tidak diiringi dengan panas ataupun demam pada bayi. Setelah bisul ini hilang, nantinya bekas bisul akan meninggalkan luka bopeng ataupun bekas luka parut.

Jika bisul ini tidak muncul bahkan setelah 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir. Meskipun tanda bisul tidak muncul, sistem imun dalam tubuh tetap terbentuk, namun dalam kadar yang rendah. Ketidakmunculan bisul ini biasanya disebabkan oleh teknik penyuntikan yang salah. Dalam hal ini, Imunisasi BCG tidak perlu diulang kembali. Meskipun pembentukan sistem imun rendah, akan tetapi kemampuannya dalam membentuk antibodi tidak berkurang sama sekali.