Hindari Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang juga disertai dengan kelebihan kadar protein pada urine disebut juga dengan preeklamsia. Seorang ibu hamil dikatakan preeklamsia bila tekanan darahnya diatas 130/90 di usia kehamilan 20 minggu keatas. Ketika sedang mengandung tentunya ibu hamil harus memiliki tekanan darah yang normal bahkan rendah.

Secara ilmiah dijelaskan bahwa ketika sedang mengandung tubuh wanita dengan otomatis akan menambahkan serta mengencerkan volume darahnya. Hal tersebut berguna untuk bisa mengalirkan sari makanan dan oksigen ke janin yang dikandungnya. Penambahan volume darah berfungsi untuk persiapan ketika akan melahirkan nanti, pasalnya pada proses persalinan pastinya ibu akan mengeluarkan banyak darah.


Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil, bahayakah?

Ketika sedang mengandung tentunya memiliki tekanan darah tinggi akan membahayakan kondisi kesehatan ibu dan janin. Gejala yang timbul ketika mengalami preeklamsia ialah pusing, mata berkunang-kunang dan bisa menyebabkan pembengkakkan pada kaki. Bila kondisi tersebut tidak ditanggulangi dengan baik maka ibu akan mengalami kejang-kejang yang disebut eklampsia.Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Bahayanya lagi, terkadang preekalmia ini tidak menunjukkan gejala dan bisa langsung saja divonis mengalami tekanan darah tinggi. Sampai saat ini, penyebab terjadinya preeklamsia belum diketahui secara jelas. dugaan sementara tekanan darah tinggi pada ibu hamil disebabkan oleh kondisi plasenta kekurangan oksigen atau bisa juga terjadi gangguan di dalam pembuluh darah.

Kondisi ini tentunya butuh penangan secara khusus. Bila hal preeklamsia tidak ditangani dengan segera maka bisa menyebabkan premature. Jika seorang ibu hamil yang sudah memasuki tensi 170 hingga 200 maka tindakan dokter yang akan dilakukan ialah segera mengeluarkan janin dari tubuh sang ibu, bila tidak nyawa ibu atau nyawa si kecil bisa hilang.

Dalam dunia medis, mereka tidak dapat menyelamatkan kedua nyawa meski itu yang mereka sangat harapkan. Namun prioritas mereka bila menangani hal tersebut ialah menyelamatkan sang ibu. Meski masih memiliki kemungkinan selamat keduanya, namun bayi yang lahir secara premature memiliki reksiko kesehatan yang cukup tinggi karena perkembangan organ vital dan otaknya belum dinyatakan sempurna.

Untuk mencegah hal tersebut, maka setiap ibu hamil diwajibkan untuk melakukan kontrol bulanan ketika sedang mengandung. Minimal dalam waktu 9 bulan mengandung, Anda melakukan kontrol kehamilan selama empat kali. Sekali pada trimester awal demi memastikan kehamilan, sekali pada trimester tengah dan dua kali pada trimester akhir. Disetiap kontrol tersebut, Anda akan selalu dicek tekanan darahnya dan kondisi kesehatan si calon bayi.

Dengan melakukan hal tersebut, Anda sudah bisa mengurangi reksiko mengidap penyakit yang paling sering meregang nyawa ibu hamil di Indonesia. Bila didapati Anda sudah memasuki tensi yang tinggi maka sebaiknya Anda mengurangi asupan garam dan makanan berlemak. Serta perbanyak istirahat dan minum obat sesuai resep doker bila perlu. Nah begitulah penjelasan mengenai tekanan darah tinggi pada ibu hamil.


TAGs: darah tinggi saat hamil 9 bulan, tekanan darah normal ibu hamil 8 bulan, tekanan darah tinggi hamil 35 minggu, tekanan darah 130/90 pada ibu hamil, tensi normal hamil 8 bulan, tekanan darah normal ibu hamil 9 bulan, bahaya tidak kalau ibu hamil melahirkan dengan tensi darah yang tinggi, berapa tekanan drah saat hamil yglg gx normal, cara agar tekanan darah normal saat hamil, bahaya tensi tinggi bagi ibu hamil, bahaya ngak tensi tingi melahirkan, bahaya darting pada hamil tua, yang dikatakan tekanan darah tinggi pada kehamilan apabila, apakah bahaya jika tensi 180 pada kehamilan 8bulan, apakah ada pengaruh hamil dengan tensi darah tinggi, apa yang harus dilakukan kika bumil darting 170, apa bahaya wanita hamil dengan tekanan darah tinggi

Scroll Up