Daftar isi [720+ Artikel]

Hamil 35 Minggu, Berapa Ukuran Berat dan Panjang Janin ?

Hamil 35 minggu berarti Anda telah memasuki tahap kehamilan usia 8 bulan yang terakhir sebelum Anda masuk ke bulan 9. Memasuki masa-masa ini akan ada banyak sekali perkembangan serta pertumbuhan yang akan dilakukan oleh sang buah hati.

Bayi yang ada di dalam rahim Anda mungkin akan mulai bergerak-gerak seperti menendang, mungkin pada minggu-minggu sebelumnya bayi belum banyak aktif bergerak sebab mengalami proses yang lumayan lambat.

Hal tersebut diakibatkan adanya pertumbuhan lemak pada tubuhnya yang membuat si kecil jadi susah bergerak. Tetapi saat memasuki minggu ke 35, bayi akan lebih bebas untuk bergerak dan calon ibu akan dapat merasakannya.hamil 35 minggu keep calm and stay relax

Perkembangan janin di usia hamil 35 minggu

Memasuki minggu hamil ke 35, mungkin Anda juga akan merasakah perubahan emosi yang cukup besar, misalnya saja jadi mudah terharu maupun bahagia menyadari kehamilan Anda yang makin membesar. Selain itu, terjadi perubahan drastis yang dirasakan akibat perkembangan janin di dalam rahim Anda, seperti:

  • Sering buang air kecil diakibatkan tekanan yang semakin berat pada kandung kemih
  • Siku bayi akan kelihatan menonjol di bagian bawah perut ibu hamil
  • Karena bayi yang ada di dalam rahim tepat berada di bagian bawah tulang rusuk, Anda mungkin jadi merasa kesulitan untuk bernafas serta ada gangguan pencernaan
  • Berat badan bertambah dari 11kg sampai dengan 13,6 kg
  • Pusar Anda jadi kelihatan lebih menonjol keluar, lebih lebar, dan lebih besar.

Tidak hanya itu, mungkin bayi akan dirasakan menggeliat di dalam perut sehingga baik kepala dan siku kelihatan menonjol di perut Anda. Dinding rahim atau uterus akan mulai menipis sehingga Anda akan makin jelas merasakan serta melihat pergerakan si jabang bayi seperti menendang, meninju, atau bergerak-gerak kecil.hamil 35 minggu USG 3 Dimensi

hamil 35 minggu USG 4 Dimensi

hamil 35 minggu USG 4 Dimensi 2

Posisi janin atau bayi di usia hamil 35 minggu

Di usia kehamilan 35 minggu maka posisi kepala janin atau bayi akan semuanya atau hanya sekitar 97% sudah berada di bagian bawah, tapi ada juga bayi yang masih berada pada posisi sungsang. Sebagai catatan, bayi yang dilahirkan pada masa ini hampir 99% nya selamat melewati proses persalinan atau dengan kata lain sudah dapat bertahan hidup dan tanpa masalah yang serius. Hal tersebut dapat terjadi sebab sudah hampir semua organ baik bagian dalam maupun luar telah terbentuk secara sempurna.

Berat dan panjang bayi usia hamil 35 minggu

Ukuran janin 35 minggu rata-rata memiliki berat badan sekitar 2,4 kg atau 2,5 kg sedangkan untuk panjang dari kepala sampai kakinya sendiri sekitar 42,7 cm sampai 46,9 cm. Janin juga sudah memiliki banyak perkembangan organ bagian dalam dan luar, seperti ginjalnya mengembang dan menghasilkan urin, kuku-kuku tangan serta kaki si kecil telah terbentuk sempurna, dan juga hatinya mengeluarkan sekresi atau limbah.hamil 35 minggu ukuran panjang berat janin

Apa yang sebaiknya dilakukan sang ibu di usia hamil 35 minggu?

Ada banyak sekali hal yang bisa Anda lakukan selama menunggu masa kelahiran tiba. Tentunya selain dengan tetap rutin memeriksakan kesehatan diri serta janin Anda, disarankan untuk melakukan peregangan seperti senam ibu hamil, berenang, relaksasi, dan aktivitas lainnya yang aman dan nyaman bagi Anda.

Hal tersebut perlu karena mungkin Anda akan banyak mengalami tantangan fisik sehingga membuat stress dan emosional. Dengan melakukan berbagai macam aktivitas menyehatkan tersebut diharapkan tubuh serta pikiran Anda lebih segar dan fit terjaga.

Tidak hanya itu, pada kehamilan tua ini beberapa gejala yang dulu pernah dialami bisa saja muncul kembali, seperti mudah lelah, sering buang air kecil, dan insomnia. Penting bagi Anda sebisa mungkin melakukan relaksasi dan kegiatan menyehatkan lainnya. Seperti melakukan kelas hamil dan jika pasangan Anda sedang tidak sibuk, mintalah dia untuk menemani Anda.

Ingat pula untuk terus menambah berbagai macam nutrisi yang menyehatkan, sebab bayi menyimpan zat besi yang bersumber dari makanan yang dilahap oleh sang ibu. Oleh karena itu, perhatikan pola makan serta makanan atau minuman apa saja yang Anda konsumsi dan perkaya konsumsi makanan yang mengandung zat besi di masa-masa kehamilan terakhir ini.

Berikut ini merupakan keluhan, kendala dan permasalahan yang sering dirasakan oleh ibu hamil yang memasuki usia kehamilan 35 minggu. Disertakan pula solusi dan penanganan yang bisa ibu hamil dan suami lakukan agar permasalahan itu teratasi, mari disimak.




Perut Kencang saat Hamil 35 Minggu

Nyeri atau kram perut pada saat hamil besar dapat normal terjadi dimana disebabkan oleh:

  • Rahim disangga oleh ligamen. Regangan pada ligamen atau penyangga rahim akibat pembesaran rahim seiring dengan membesarnya kehamilan.
  • Rahim yang membesar akan menyebabkan penekanan pada pada otot, sendi dan pembuluh darah.
  • Penumpukan gas pada saluran cerna akibat melambatnya gerakan usus yang disebabkan oleh pengaruh hormon saat kehamilan.
  • Kontraksi palsu atau Braxton hicks dimana akan dirasakan semakin sering saat hamil trimester ketiga.

Yang perlu diwaspadai bila nyeri perut disertai gejala berikut: Nyeri perut hebat. Keluar darah disertai lendir. Keputihan yang banyak dan berbau. Keluar air ketuban. Pergerakan janin yang semakin jarang. Normalnya paling tidak gerakan janin akan dirasakan paling tidak 10 kali.

Terjadi Pendarahan Saat Hamil 35 Minggu

Perdarahan pada usia kehamilan (UK) 35 minggu termasuk dalam kategori perdarahan pada masa akhir kehamilan, penyebab kondisi semacam ini yang paling sering adalah : Solusio / abruptio plasenta (terlepasnya ari-ari dari dinding rahim), Plasenta previa (PP), yakni letak plasenta di bawah menutupi jalan lahir, Vasa previa, yakni letak pembuluh darah selaput ketuban yang abnormal tepat diatas jalan lahir.

Perdarahan juga dapat terjadi akibat hubungan seksual. Pada dasarnya, sepanjang perdarahan yang terjadi tidak banyak dan kondisi janin baik, maka diupayakan mempertahankan kehamilan hingga usia janin matang (>37 minggu).

Keputihan saat hamil 35 Minggu

Keputihan saat hamil merupakan hal yang normal dan biasa terjadi, perubahan kadar hormon estrogen meningkatkan aliran darah ke MissV sehingga membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat, cairan yang keluar ini adalah sisa buangan dari rahim dan MissV, bakteri MissV dan sel-sel mati dari dinding MissV.

Jika keputihan berwarna dan beraroma tidak sedap, juga rasa gatal maupun nyeri yang mengganggu, jangan diamkan keluhan ini. Karena bisa saja ini merupakan tanda infeksi. Sementara yang bunda bisa melakukan:

  • Menjaga higienitas area kewanitaan
  • Mencuci NissV dengan air bersih yang mengalir, kemudian keringkan dengan handuk
  • Hindari penggunaan sabun khusus kewanitaan yang mengandung antiseptik, karena dapat membunuh flora normal MissV
  • Hindari penggunaan pantyliners diatas 4-5 jam per harinya, karena penggunaan pantyliners dapat meningkatkan kelembaban dan mencetus pertumbuhan bakteri serta jamur
  • Siapkan celana dalam cadangan bila sedang bepergian, dalam kurun 4-6 jam beraktivitas baiknya anda membersihkan missV, dan kemudian mengganti pakaian dalam.

MissV dan Selangkangan Sakit Ketika Hamil 35 Minggu

Pada usia ini, janin semakin membesar dan mulai mencari posisi dan jalan untuk lahir. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti rasa nyeri pada MissV dan selangkangan. Rasa nyeri pada MissV dan selangkangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Janin mulai masuk panggul sehingga kepala janin turun dan menekan struktur di bagian dalam panggul
  • Leher rahim mulai melebar
  • Rahim membesar dan menyebabkan penggantung rahim tertarik
  • Gerakan janin semakin kuat
  • Kelelahan

Rasa mules yang samar-samar saat usia 35 minggu dapat disebabkan oleh adanya kontraksi palsu yang dinamakan kontraksi braxton hicks. Hal ini merupakan hal yang biasa terjadi pada sebagian ibu hamil sehingga anda tidak perlu khawatir. Sebaiknya anda melakukan kontrol rutin setiap 1 minggu sekali agar kondisi kehamilan dan janin terpantau dengan baik.

Berhubungan Intim saat Hamil 35 Minggu

Hubungan intim saat hamil adalah kegiatan yang aman dan diperbolehkan selama tidak ada masalah dalam kehamilan. Anda boleh berhubungan kapanpun di usia kehamilan berapapun. Bahkan saat usia kandungan sudah cukup bulan ibu hamil dianjurkan untuk berhubungan intim. Posisi yang dianjurkan adalah dari arah belakang atau samping. Namun ada beberapa hal yang menyebabkan hubungan intim harus ditunda yaitu:

  • Riwayat perdarahan
  • Riwayat keguguran
  • Riwayat persalinan prematur
  • Ketuban rembes
  • Plasenta ada di bagian bawah rahim / menutupi jalan lahir
  • Leher rahim terbuka lebih awal, dll. Selama Anda tidak memiliki masalah-masalah tersebut, maka Anda dan suami boleh berhubungan intim.




BAB Berdarah atau Berwarna Merah saat Hamil 35 Minggu

Buang air besar (BAB) berdarah kemungkinannya disebabkan oleh: Hemoroid (wasir), Luka pada anus, Infeksi usus besar (disentri), Radang usus, Kanker usus besar, dsb. Kemungkinan lainnya adalah warna merah pada tinja tersebut bukan darah melainkan akibat pengaruh makanan tertentu, misal bit, buah naga, dan sebagainya sehingga tinja berwarna merah seperti berdarah.

Penanganan sementara yang dapat Anda lakukan antara lain: Hindari kebiasaan menunda pola BAB, Perbanyak makan buah dan sayuran, Tidak duduk terlalu lama di toilet, melainkan baru ke toilet setelah benar-benar ingin BAB.

Hamil 35 Minggu Belum Masuk Panggul

Hal itu masih bisa dikatakan normal. Pada beberapa keadaan kepala janin baru masuk saat akan memasuki fase persalinan dimana kontraksi dari rahim mendorong kepala masuk PAP secara perlahan. Namun bila saat usia kehamilan diatas 38 minggu atau menjelang persalinan kepala belum masuk PAP, ada beberapa kemungkinan penyebab seperti:

  • Panggul terlalu kecil
  • Kepala janin yang terlalu besar
  • Terlilit tali pusat
  • Posisi kepala
  • Placenta previa (ari-ari menutup jalan lahir)
  • Ada tumor seperti miom yang menutup jalan lahir.

Terdiagnosa Plasenta Previa saat Hamil 35 Minggu

Plasenta previa merupakan deadaan dimana plasenta mengalami kelainan letak, yakni terletak di sisi bawah menutupi jalan lahir, bisa terjadi secara sebagian ataupun menyeluruh. Biasanya kandungan dengan kondisi ini tidak dapat melahirkan secara spontan / normal dan harus melalui bedah caesar.

Penanganan dasar dalam konteks upaya konservatif/ekspektatif:

  • rawat inap, bed rest, pemberian antibiotika profilaksis / pencegahan.
  • USG untuk memastikan letak plasenta/ari-ari, usia kehamilan, profil biofisik bayi, letak dan presentasi /bagian terbawah janin
  • Memperbaiki anemia, entah dengan tablet besi ataupun tranfusi (umum nya jika Hb <7)
  • Jika perdarahan berhenti dan masih cukup jauh dari 37 minggu umumnya pasien dapat dirawat jalan dengan pesan agar kembali jika perdarahan ulang terjadi
  • Jika terjadi perdarahan ulang, maka akan dinilai kembali kondisi-kondisi saat itu untuk menentukan penanganan/langkah terbaik yang akan diambil
  • Tidak boleh melakukan hubungan seksual ataupun stimulasi /memasukkan jari ke dalam missV karena dapat merangsang perdarahan kembali.

Insomnia / Sulit Tidur Saat Hamil 35 Minggu

Untuk mengatasi insomnia, perlu diketahui terlebih dahulu faktor pencetus atau penyebabnya, antara lain: Masalah psikologi (stres, depresi), Masalah kesehatan fisik (gangguan pernafasan, gangguan pencernaan, dll), Pola hidup yang buruk, Faktor lingkungan, Efek samping obat.

Oleh karena itu, lakukan langkah berikut sementara ini: Kelola stres psikis, dapat dengan relaksasi sederhana di rumah. Atur waktu tidur yang teratur, sebagai awal, hindari tidur di pagi hari, apabila ibu hamil mengantuk karena semalam tidak dapat tidur, tahanlah agar baru tidur siang harinya sekitar pukul 14-16.00.

Usahakan agar tidur siang maksimal 1 jam. Batasi kafein (kopi, teh, coklat, minuman soda), Hindari merokok maupun menghirup asap rokok, jauhi minum minuman beralkohol, Hindari makan berat sekitar 2 jam sebelum tidur malam, Buatlah suasana kamar yang nyaman, Rutin berolahraga/senam hamil.

Bepergian Naik Pesawat / Motor / Mobil ketika Hamil 35 Minggu

Pada dasarnya ada beberapa aturan mendasar mengenai perjalanan ibu hami dengan pesawat terbang :

  • Waktu ideal untuk perjalanan udara pada ibu hamil adalah antara 14-27 minggu, kebanyakan maskapai memperbolehkan dengan surat pernyataan yang dibuat saat check in
  • Kurang dari 14 minggu, sebaiknya tidak naik pesawat terbang meski beberapa maskapai mungkin memperbolehkan (sehingga Anda perlu menanyakannya ke maskapai tersebut) karena :
    • Kondisi ibu yang mungkin tidak sepenuhnya prima
    • Mual muntah pada kehamilan lebih sering pada usia < 14 minggu
    • Resiko keguguran lebih tinggi pada usia < 14 minggu
  • Usia 37-34 (ada yang 36) minggu, biasanya harus disertai / melampirkan surat keterangan dokter
  • Usia lebih dari 34 (ada yang 35 ataupun 36 minggu) umumnya maskapai tidak memperbolehkan. Jika kembar, maksimal hingga usia kandungan 32 minggu.

    Baca: Hamil 36 Minggu

Demikian hal-hal yang dapat Anda lakukan di masa hamil 35 minggu, semoga bermanfaat.