>> DAFTAR ISI [720+ Artikel] <<

Hamil 15 Minggu, Hal-hal yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Hamil 15 minggu akan terjadi beberapa perkembangan pada janin yang sangat sayang untuk dilewatkan. Mengetahui perkembangan janin dari minggu ke minggu pasti dapat membuat para orang tua semakin antusias dalam menyambut kelahiran sang buah hati.

Tak terkecuali pada usia kehamilan pada minggu ke-15 yang merupakan fase awal perkembangan pesatnya. Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

Tumbuh kembang janin di masa hamil 15 minggu

Banyak yang mengatakan bahwa usia kehamilan pada minggu ke-15 merupakan fase akhir untuk ibu hamil dalam mengalami mual dan muntah. Hal ini karena sistem pencernaan sang ibu sudah mulai dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi kehamilan.

Beberapa organ penting bayi juga sudah mulai terbentuk pada usia kehamilan ini sehingga akan ada hal-hal baru yang ibu rasakan yang memberikan kebahagiaan yang luar biasa.hamil 15 minggu ukuran berat tinggi panjang janin

hamil 15 minggu
hamil 15 minggu USG

hamil 15 minggu USG 4 dimensi

Yang dirasakan sang ibu

Selain sudah mulai berkurang rasa mual dan muntahnya seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa hal baru dari minggu sebelumnya yang dirasakan oleh sang ibu. Pada kehamilan minggu ke-15 pada umumnya ukuran lingkar perut akan bertambah cukp signifikan dari minggu sebelumnya. Namun ada juga ibu hamil pada usia hamil 15 minggu perut masih kecil dan banyak bertanya apakah hal tersebut normal.

Tidak usah cemas karena perkembangan berat badan sang janin yang berdampak pada ukuran lingkar perut yang semakin membesar. Asalkan lingkar perut bertambah meskipun tidak secara drastis, hal tersebut masih tergolong normal.

Pada saat kehamilan ke-15 minggu, menurut para ahli terkadang rambut sang ibu akan tumbuh semakin lebat atau justru sebaliknya mengalami kerontokkan. Oleh karena itu, jika salah satu di antara keduanya terjadi pada Anda, jangan cemas dan takut karena hal tersebut adalah wajar adanya.

Posisi janin pada minggu ke-15

Berbicara masalah posisi janin pada usia kehamilan pada minggu ke-15, janin masih berada pada posisi yang sama seperti minggu sebelumnya yakni melengkung dan posisi kepala di atas dan berdekatan dengan lutut sang bayi.

Pertumbuhan dan perkembangan sang janin yang signifikan juga akan mulai terjadi. Sendi pada janin akan mulai terbentuk sehingga usia kehamilan ini akan menjadi tonggak awal janin mulai bergerak. Namun, bagi sang ibu yang hamil 15 minggu belum merasakan gerakan janin, hal tersebut masih wajar dan normal karena sebenarnya pergerakan janin yang signifikan dan dapat sangat terasa oleh sang ibu adalah pada usia kehamilan 16 minggu. Saat menginjak usia 15 minggu, ada janin yang sudah mulai bergerak dengan gerakan-gerakan halus namun ada pula yang gerakannya sudah mulai intens.

Berat dan panjang janin 15 minggu

Ukuran janin atau bayi akan terus berkembang dan bertambah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada minggu ke-15, panjang sang buah hati akan mencapai sekitar 9 cm dihitung dari ujung kepala hingga bagian pantan.

Ukuran tangan dan kaki juga akan bertambah panjang. Sedangkan berat sang janin pada usia ini sudah mencapai sekitar 70 gram. Tentu saja, wajib terjadi kenaikan dari berat minggu sebelumnya walaupun hanya sedikit.

Sistem pernapasan sang janin juga sudah mulai terbentuk jelas. Hal ini dapat diketahui dengan kemampuan sang janin untuk cegukan yang akan dapat ibu rasakan. Selain sendi dan otot yang mulai terbentuk, pada usia 15 minggu ini alat kelamin juga mulai terbentuk namun belum sempurna.

Rambut-rambut halus yang disebut lanugo juga sudah mulai tumbuh di seluruh permukaan tubuh janin, laguno berfungsi untuk melindungi janin dari air ketuban. Pertumbuhan rambut akan semakin menipis hingga janin siap dilahirkan nanti.

Apa yang sebaiknya dilakukan ibu ketika memasuki masa hamil 15 minggu?

Karena pada usia 15 minggu ini sang ibu sudah terbebas dari rasa mual dan muntah atau morning sickness, jadi sebaiknya sang ibu mulai melakukan olahraga ringan yang memang dikhususkan untuk ibu hamil demi menjaga kebugaran pada minggu-minggu ke depan. Senam hamil atau berenang dengan teknis khusus dan pendampingan ahli juga dapat dijadikan olahraga pilihan.

Berikut ini merupakan kendala, keluhan dan permasalahan yang sering dirasakan dan dialami oleh ibu hamil 15 minggu. Disertakan pula solusi dan penanganan sementara dirumah, sebelum keadaan lebih parah dan melakukan kontrol ke dokter kandungan




Hamil 15 Minggu Perut masih Kecil dan Belum Membesar

Perut yang membesar disebabkan karena pertumbuhan rahim dan janin yang semakin besar. Pembesaran perut ini bervariasi antara ibu hamil yang satu dengan lainnya. besar kecilnya perut ibu hamil dipengaruhi oleh bentuk tubuh ibu, ukuran tubuh ibu, dll.

Pada dasarnya faktor yang dihitung sebagai salah satu indikator kesehatan janin dan kehamilan bukanlah pembesaran perut biasa namun yang diukur adalah pertumbuhan tinggi fundus uteri (TFU). Fundus uteri adalah bagian puncak atas rahim. Pada usia kehamilan 15 minggu TFU berada di pertengahan antara symphysis dan pusat.

Pengukuran TFU dilakukan oleh dokter atau bidan. Selama TFU Anda normal, maka Anda tidak perlu khawatir dengan ukuran perut anda. Anda tidak perlu memikirkan apa yang dikatakan oleh tetangga. Kekhawatiran berlebihan justru tidak baik bagi janin.

Nyeri Perut Bagian Kiri Bawah saat Hamil 15 Minggu

Nyeri perut bawah ringan pada saat awal-awal kehamilan memang sering dirasakan oleh ibu hamil. Perlu diketahui saat hamil, rahim Anda tentu akan bertambah besar seiring dengan pertumbuhan janin di dalamnya. Selain rahim, pada perut terdapat otot dan juga jaringan lainnya.

Pembesaran rahim ini juga akan membuat otot-otot dan jaringan tersebut ikut meregang, sehingga dapat timbul rasa nyeri. Namun, nyeri pada perut bawah kiri juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya, antara lain :

  • Infeksi kandung kemih
  • Penyakit radang panggul
  • Fibroid
  • Kram otot
  • Gangguan pada servis seperti radang, infeksi atau kanker
  • Keguguran
  • dan lainnya

Anda harus waspada apabila keluhan nyeri dirasakan terus menerus, disertai keluarnya darah dari jalan lahir, berkurangnya gerakan bayi, keluarnya jaringan atau cairan dari jalan lahir, merupakan tanda untuk segera memeriksakan diri ke IGD terdekat.

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kehamilan, Dokter juga mungkin akan kembali memeriksa Anda dengan USG. Apabila Anda merasakan nyeri kembali, segeralah beristirahat. Hindari aktifitas atau pekerjaan yang berat, konsumsi makananan yang bergizi, lakukan senam hamil atau ikuti kelas hamil, dan konsumsi obat atau vitamin yang diberikan Dokter sesuai anjuran.

Pendarahan Saat Hamil 15 Minggu dan mengalami Plasenta Previa

Perdarahan pada usia kehamilan 15 minggu masih tergolong perdarahan pada kehamilan muda. Plasenta yang terletak dibawah memang dapat menyebabkan perdarahan, tetapi umumnya pada usia kehamilan yang lebih tua (diatas 22 minggu), disebut plasenta previa.

Pada usia-usia kehamilan muda seperti anda, masih terdapat kemungkinan terjadinya pergeseran posisi plasenta seiring dengan perkembangan kehamilan dan perubahan ukuran rahim, tidak ada yang dapat dilakukan hal ini selain memantaunya secara berkala untuk melihat apakah posisinya tetap atau berubah.

Justru perdarahan pada usia kehamilan muda paling sering merupakan tanda suatu keguguran atau ancaman keguguran. Jika pada saat pemeriksaan kemarin janin masih didapatkan dan kondisi janin masih hidup, maka kemungkinan penyebab perdarahan itu adalah abortus imminen / ancaman keguguran.




Sering Buang Air Kecil/Kencing saat Hamil 15 Minggu

Salah satu keluhan yang sering dirasakan oleh bumil yaitu sering buang air kecil. Sering BAK ketika hamil pada umumnya merupakan kondisi yang normal dan wajar dikarenakan rahim dan janin yang membesar menekan kandung kemih.

Kandung kemih yang tertekan oleh rahim akan membuat volume kandung kemih berkurang sehingga kandung kemih cepat penuh dan ibu hamil akan lebih sering merasa ingin BAK. Selain itu, sering BAK pada ibu hamil juga dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Peningkatan volume darah yang akan disaring oleh ginjal dan dikeluarkan tubuh dalam bentuk urin
  • Peningkatan hormon progesteron pada kehamilan yang menyebabkan ginjal dan saluran kemih membesar
  • Diabetes gestasional yang terjadi saat kehamilan
  • Infeksi saluran kemih

Anda tidak perlu khawatir terhadap keluhan sering BAK saat hamil selama tidaak disertai dengan keluhan lain seperti nyeri BAK, nyeri perut bawah, demam, dll. Untuk membantu mengurangi sering BAK saat hamil anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Jangan menahan BAK
  • Minum cukup air putih agar tidak dehidrasi dan hindari kopi, soda, alkohol, dan teh
  • Perbanyak minum air putih saat siang hari
  • BAK sebelum keluar rumah agar anda tidak repot mencari toilet saat dalam perjalanan

Perut sering Kedutan saat Hamil 15 Minggu.

Hamil 15 minggu, janin umumnya berbobot 70 gram dengan panjang kurang lebih 9,1 cm. Pada usia ini, bayi Anda mulai dapat mendengar lingkungan sekitarnya, seperti sistem pencernaan, bunyi detak jantung, serta suara Anda. Gerakan pada janin biasanya dirasakan ketika memasuki usia kehamilan 4 bulan. Kedutan yang Anda rasakan selama ini kemungkinan merupakan kontraksi palsu, sehingga jangan panik atau khawatir.

Bolehkah Berpuasa saat Hamil 15 Minggu

Mengenai puasa selama masa kehamilan, pada dasarnya tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk berpuasa. Namun sebelum Anda berpuasa harus dipastikan bahwa ibu dan janin dalam kondisi sehat. Apabila Anda mengalami muntah-muntah yang disebabkan oleh penyakit lambung ataupun hiperemesis gravidarum (muntah akibat pengaruh kehamilan Anda), maka dianjurkan tidak melanjutkan puasa.

Berat Badan Belum Bertambah saat Hamil 15 Minggu

Pertama-tama Anda tidak perlu terlalu takut dahulu. Pertambahan berat badan ibu hamil pada trimester pertama kehamilan (12 minggu pertama) memang tidak banyak, umumnya hanya 2-4 pon (1-2 kg) karena kehamilan yang memang masih kecil, tetapi setelah 12 minggu maka tiap minggu harus bertambah 0,5 kg untuk ibu yang kurus (BMI < 18,5), 0,4-0,5 kg untuk ibu yang BB-nya normal (BMI 18,5-24,5) dan 0,3 kg uantuk ibu yang berlebih berat badannya (BMI > 24,5).

BB Anda 35 kg dan TB 155cm, maka BMI / body mass index nya adalah : 35/(1,55)^2 = 14,58. Jadi berat badan Anda kurang. Untuk 12 minggu pertama ini pertambahan berat badan sebanyak itu masih bisa diterima, tetapi untuk minggu-minggu selanjutnya, harus naik setidaknya 0,5 kg / minggu. Untuk itu Anda perlu :

  • Makan 5-6 kali sehari, porsi kecil -sedang
  • Selalu bawa camilan  seperti es krim, biskuit/cracker, coklat, buah seperti mangga/pisang/apel, roti isi dengan selai, minuman yang berkalori seperti jus buah. Konsumsi kapanpun dan sesering Anda ingat dan ingin
  • tambahkan sedikit susu / margarin pada nasi Anda
  • minum susu untuk ibu hamil, misalnya 2 gelas sehari
  • tetap konsumsi vitamin hamil Anda ,terutama untuk kandungan zat besinya dan mencegah anemia
  • rutin kontrol ke dokter kandungan Anda sesuai jadwal yang ditetapkan

Bolehkah Ibu Hamil mengkonsumsi ati ayam saat Hamil 15 Minggu

Ada banyak pertimbangan mengenai mengonsumsi hati selama kehamilan. Sebenarnya hati adalah sumber yang kaya protein dan mineral, seperti asam folat, zat besi dan vitamin A yang dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Tetapi, hati mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Recommended dietary allowance (RDA) atau jumlah konsumsi yang disarankan perhari vitamin A untuk ibu hamil adalah 2.565 IU. Sebuah penelitian tahun 1995 menemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi vitamin A 10.000 IU per hari atau 4 kali lipat dari yang dianjurkan pada dua bulan pertama memiliki resiko dua kali lebih banyak melahirkan bayi yang cacat.

Penelitian lainnya menyatakan bahwa vitamin A kurang dari 30.000 IU mungkin tidak menyebabkan kecacaran janin. Tetapi, dosis terendah yang dapat menyebabkan kecacatan janin sampai saat ini belum diketahui. Sebagai gambaran, 3 ons hati sapi mengandung vitamin A sebanyak 27.000 IU dan 3 ons hati ayam mengandung 12.000 IU. Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil mengonsumsi hati seminimal mungkin atau mengeliminasinya terutama pada dua bulan kehamilan.




Amankah Berhubungan Intim saat hamil 15 Minggu

Berhubungan intim saat hamil muda bukan merupakan sesuatu yang dilarang namun beberapa wanita menghindarinya karena masih mengalami gangguan seperti mual dan muntah. Selama tidak ada masalah kehamilan, berhubungan intim tidak membawa dampak buruk bagi janin. Hal ini dikarenakan janin terlindungi cairan ketuban di dalam rahim. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berhubungan intim, yakni:

  • Cari posisi yang nyaman untuk Ibu hamil saat berhubungan
  • Dianjurkan untuk menggunakan kondom, agar dapat mengurangi resiko infeksi yang dapat membahayakan janin
  • Seks oral aman dilakukan jika pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina
  • Seks anal tidak dianjurkan karena beresiko menyebabkan infeksi dari dubur ke vagina
  • Pelumas (lubricant) yang berbahan dasar air dapat digunakan jika dibutuhkan

Jika Ibu memiliki riwayat keguguran sebelumnya, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan hubungan intim pada awal kehamilan.

Keluar Darah Setelah Berhubungan Badan saat Hamil 15 Minggu

Untuk aman atau tidaknya perdarahan akibat berhubungan saat hamil tergantung dari

  • Usia kandungan
  • Jumlah perdarahan
  • riwayat keguguran
  • Adanya keram perut atau mulas
  • Adanya placenta previa (letak ari-ari di jalan lahir)
  • dan lain-lain.

Sedikit perdarahan saat hamil terutama sudah memasuki trimester kedua atau ketiga (usia kandungan lebih dari 3 bulan) dapat normal terjadi. Ini diakibatkan meningkatnya pasokan darah ke daerah vagina, leher rahim dan juga vagina lebih lunak sehingga saat berhubungan terjadi gesekan dan mudah terjadi luka dan mengakibatkan sedikit perdarahan.

Bepergian/Berkendara Jauh saat Hamil 15 Minggu

Pada umumnya usia kehamilan yang dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh adalah pada trimester 2 atau sekitar usia 14 – 28 minggu. Sebelum 14 minggu resiko morning sickness dan keguguran masih cukup tinggi, sedangkan di usia lebih dari 36 minggu beresiko ibu hamil melahirkan di perjalanan.

Apabila saat ini usia kehamilannya 15 minggu, tidak masalah jika istri dan Anda melakukan perjalanan jauh dengan mobil. Namun sebaiknya bumil memeriksakan kehamilannya dulu sebelum melakukan perjalanan jauh. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kehperjalanan jauhamilan dan janin. Setelah itu dokter kandungan bisa memutuskan apakah perjalanan jauh cukup aman bagi istri Anda.

Apabila dokter kandungan menyatakan perjalanan jauh cukup aman, maka Anda dan istri tidak perlu khawatir. Namun sebaiknya Anda dan pasangan mempersiapkan beberapa hal sebelum melakukan perjalanan jauh seperti:

-Pastikan kondisi mobil baik
-Siapkan makanan kecil dan air putih yang cukup selama melakukan perjalanan terlebih jika ada kemungkinan terkendala macet
-Bawa obat-obatan dan vitamin ibu hamil dalam perjalanan
-Kenakan sabuk pengaman dengan nyaman
-Sebaiknya istirahat dengan berjalan-jalan setiap 2 atau 3 jam sekali agar kaki ibu hamil tidak kram dan bengtkak
-Gunakan jaket, bantal atau guling bila perlu agar posisi duduk ibu hamil lebih nyaman
-Jaga agar sirkulasi udara dalam mobil lancar
-Berhenti dan cari toilet jika istri Anda ingin buang air kecil, jangan samnpai istri menahan buang air kecil selama perjalanan
-Siapkan kantong plastik jika sewaktu-waktu mengalami morning sickness atau mual muntah
-Cari referensi dokter kandungan di kampung halaman

baca: Hamil 16 Minggu

Dapat mengetahui dan memantau perkembangan sang janin di dalam kandungan setiap minggu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para calon orang tua. Khususnya pada saat hamil 15 minggu, Anda dan pasangan akan terkejut dengan perkembangan pesat yang terjadi pada buah hati dalam kandungan. Semoga informasi di atas  bermanfaat!