Hal yang Bisa Menghambat Pertumbuhan Janin di Dalam Rahim

Berbagai riset dan penelitian menjelaskan bahwa beragam asupan nutrise selama kehamilan dan emosi psikis ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran dini, atau yang kita kenal dengan kelahiran prematur. Artinya kelahiran yang dipaksakan sebelum genap usia janin dalam kandungan yang berlangsung selama 9 bulan 10 hari atau kurang dari <36 minggu.

Selain itu, berbagai kesulitan yang dialami oleh ibu hamil pada saat persalinan, yang disebabkan kondisi emosi psikis ibu hamil yang buruk, dapat menyebabkan efek domino untuk kelancaran proses persalinan bunda hamil.

Kesulitan proses persalinan bisa mengakibatkan hal-hal berikut :Hal-hal yang Bisa Menghambat Pertumbuhan Janin

1. Bayi terhimpit pada saat persalinan.
2. kematian janin karena kesulitan ibu dalam proses persalinan.
3. Persalinan janin cacat fisik yang diakibatkan terpengaruh kondisi psikologis, ketakutan, dan emosi yang tidak stabil selama kehamilan.
4. Bayi pada saat dan setelah persalinan mengalami kondisi yang tidak stabil, janin kaget, janin menangis yang berlebihan dan terus menerus. Selain itu bayi bisa mengalami mencret dan gangguan tidur.
5. Rata-rata berat badan bayi yang terlahir pada ibu hamil yang sering cemas dan khawatir dan gelisah, lebih rendah jika dibandingkan dengan ibu hamil yang menjalani masa kehamilannya dengan emosi stabil.
6. Bayi yang terlahir jika masa kehamilan nya diliputi rasa kecemasan dan kegelisahan lebih rentan terkena penyakit karena lemahnya sistem imunitas, sistem kekebalan tubuh.
7. Air Ketuban Kurang juga bisa menghambat pertumbuhan janin. Bisa disebabkan karena diare, dehidrasi, kurang cairan, mual dan muntah. Solusinya adalah hindari keletihan, konsumsi air putih atau minuman ion seperti pocari sweat

Jelas bahwa ada korelasi erat antara kondisi emosi dan kesehatan kejiwaan ibu hamil, dengan kondisi janin dan bayi. Beberapa tips agar ibu hamil tidak mudah stres adalah sebagai berikut :

Ibu hamil harus hati-hati untuk tidak terbawa oleh suasana atau kondisi yang bisa memicu emosional ibu hamil. Ingat, emosional itu bisa berbentuk marah, menangis, sedih, cemas, prihatin dan lain sebagainya.

Tips kedua adalah, suami dan orang-orang sekitar harus memberikan suasana yang tenang dan jauh dari ketegangan, emosi, dan tekanan psikis bagi ibu hamil agar dapat melahirkan anak secara sempurna. Hindari membawa permasalahan kerja kedalam rumah tangga.

Demikianlah pembahasan kami mengenai pengaruh kondisi emosianal ibu hamil terhadap janin dan proses persalinan ibu hamil.